Rakyat jelita kaum urban sosialita adalah penikmat modernitas, sebaliknya rakyat jelata adalah korban modernitas, sebab modernisasi tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat jelata. Modernisasi, modernisme, modernitas, termasuk inovasi yang menyertainya, sebagai kelanjutan kolonialisme, tidak pernah berhasil melakukan integrasi, unifikasi, dan asimilasi terhadap tradisi. Tradisi tidak pernah hancur dan lenyap, meski rusak dan lemah. Sisa-sisa tradisi menjadi benteng terakhir bagi Indonesia di tengah kabut tebal kedaulatan yang diciptakan oleh kolonialisme, modernisme, developmentalisme, globalisme, dan neoliberalisme, dan telah membuat Indonesia tidak memandang dirinya sendiri secara terang dan jernih.
Setiap perguruan tinggi pasti memiliki nilai dasar sebagai pembentuk tradisi, sambil memakai template normatif Pancasila dan UUD 1945. Tetapi sebagian besar perguruan tinggi memiliki ideologi dan imajinasi yang seragam, yakni modernisme dan modernitas. Mereka mengejar kemajuan dan keunggulan maupun medali dan gengsi, dengan inovasi tiada henti, sebagai rekayasa teknokratik-manajerial dengan ilmu ilmiah dan teknologi untuk membuat kampus menjadi silau pada Barat: profesional, maju, modern, dan unggul yang mampu memiliki daya saing global. Kosakata unggul dan berdaya saing global merupakan mantra yang terus direproduksi, sembari meninggalkan spirit mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk manusia yang adil dan beradab, serta menyokong kedaulatan rakyat dan masyarakat adil-makmur. Inovasi, sebagai instrumen kekuasaan managerialisme dan neoliberalisme, mengarahkan dan memaksa kampus mendidik mahasiswa menjadi muda mendunia yang memiliki TPA, IQ, dan TOEFL sampai sundul langit; bersahabat dengan DUDI yang sesuai dengan doktrin penta helix; dan harus go international. Inovasi kampus menjadi proyek yang menghadirkan banyak singkatan seperti SCL, OB, MBKM, dan lain-lain, memberi bukti selalu lari tungganglanggang, sebagaimana kalimat “ganti menteri, ganti kurikulum”.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





