DIY, infopertama.com – Dalam rangka Dies ke-60 Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, Prodi Ilmu Pemerintahan meluncurkan buku: “Menimbang Ulang Governance”.
Dr. Gregorius Sahdan, M.A, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, menyebut bahwa buku ini merupakan hasil karya, prakarsa dan inisiatif bersama dosen-dosen Prodi Ilmu Pemerintahan, sebagai bentuk komitmen dan keberpihakan mereka dalam membangun bangsa melalui karya-karya Tri Dharma yang lebih otentik dan bermakna.
Menurutnya, dalam dua dekade terakhir, istilah governance menjadi mantra utama dalam wacana pembangunan, kebijakan publik, dan reformasi pemerintahan. Pemerintah, lembaga donor internasional, dan akademisi berlomba-lomba mengadopsi paradigma governance sebagai resep untuk mengatasi kemiskinan, korupsi, dan stagnasi pembangunan.
Namun, di balik kepopulerannya, konsep governance, di dalamnya mengandung problem epistemologis dan politis yang cukup serius. Salah satu pemikir yang menawarkan kritik tajam terhadap logika governance adalah James Ferguson, seorang antropolog politik yang dikenal melalui karya-karyanya tentang pembangunan (development) dan pemerintahan (governmentality) di Afrika bagian selatan.
Melalui karya klasiknya The Anti-Politics Machine (1990) dan tulisan lanjutannya seperti Global Shadows (2006) serta Give a Man a Fish (2015), Ferguson mengajak kita menimbang ulang bagaimana wacana dan praktik governance beroperasi bukan hanya sebagai kebijakan teknokratis, tetapi sebagai mekanisme kekuasaan yang membentuk cara kita memandang negara, masyarakat, dan pembangunan. Artikel Buku: Menimbang Ulang Governance, berupaya menelusuri governance dalam konteks kontemporer, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






