Tetap Merendah di Tengah Penilaian Manusia

Penilaian Manusia
Ilustrasi Merendah di tengah Penilaian Manusia

Oleh: Aji Priyo Utomo★

infopertama.com – Ada masa ketika manusia begitu sibuk memastikan bagaimana dirinya terlihat di mata orang lain.

Kita ingin dipandang berhasil, dihormati, dianggap penting, bahkan dipuji atas apa yang telah dilakukan. Tidak sedikit orang yang akhirnya mengukur nilai dirinya berdasarkan tepuk tangan orang lain. Padahal, tepuk tangan adalah sesuatu yang mudah datang dan mudah pula menghilang.

Di era media sosial, keadaan itu menjadi semakin nyata. Kehidupan sering kali diukur melalui jumlah pengikut, tanda suka, komentar, atau pengakuan dari lingkungan sekitar. Tanpa disadari, banyak orang hidup bukan berdasarkan apa yang diyakininya, melainkan berdasarkan apa yang dianggap layak mendapatkan persetujuan.

Lalu muncul pertanyaan yang penting untuk direnungkan yaitu bagaimana cara menghadapi penilaian orang lain tanpa kehilangan diri sendiri?

Barangkali jawabannya dimulai dari kerendahan hati.

Aku ingin tetap merendah, seperti bintang yang hanya terlihat dari riak-riak air. Tidak perlu menjadi pusat perhatian langit yang dipuja banyak mata. Cukup hadir dengan cahaya yang seperlunya, memberi arah tanpa harus mengumumkan keberadaannya kepada siapa pun.

Bagiku, itu sudah cukup.

Mengapa Kita Terlalu Memikirkan Penilaian Orang Lain?

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan penerimaan dan hubungan dengan sesama. Karena itu, keinginan untuk dihargai bukanlah sesuatu yang keliru.

Masalah muncul ketika seluruh ketenangan hidup bergantung pada penilaian orang lain.

Hari ini seseorang dipuji, esok bisa saja dicela.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel