Tetap Merendah di Tengah Penilaian Manusia

Penilaian Manusia
Ilustrasi Merendah di tengah Penilaian Manusia

Ada kalanya kita perlu mendengar pendapat orang lain.

Namun mendengar bukan berarti menyerahkan seluruh kendali hidup kepada mereka.

Sebab, ketika penilaian orang lain mulai mendikte ke mana arah pikiran dan langkah kaki harus bergerak, pada saat itulah kita perlahan kehilangan kemerdekaan sebagai manusia.

Kita tidak lagi bertindak berdasarkan keyakinan.

Kita bertindak berdasarkan ketakutan.

Takut tidak disukai.

Takut tidak diterima.

Takut dianggap gagal oleh lingkungan sekitar.

Padahal, hidup yang dijalani semata-mata demi memenuhi ekspektasi orang lain akan membuat seseorang kelelahan menjadi versi diri yang tidak pernah benar-benar ia inginkan.

Menghargai Masukan Tanpa Kehilangan Arah

Bukan berarti manusia harus berhenti peduli terhadap sesamanya.

Menghargai masukan adalah kebijaksanaan.

Mendengarkan kritik adalah bentuk kedewasaan.

Belajar dari pengalaman orang lain adalah kerendahan hati.

Namun kita perlu memahami batasnya.

Menjadikan penilaian orang lain sebagai kompas utama kehidupan adalah bentuk pengingkaran terhadap suara hati sendiri.

Ada keputusan-keputusan yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang menjalaninya.

Ada perjuangan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Dan ada nilai-nilai yang memang harus dipertahankan, sekalipun tidak selalu mendapat persetujuan.

Tetap Merendah, Tetap Berjalan

Aku ingin tetap seperti bintang yang terlihat dari riak-riak air.

Tidak perlu menjadi gemerlap yang memaksa semua orang untuk menengadah.

Cukup memberi makna bagi mereka yang memang sedang mencari arah.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang bagaimana kita dikenang oleh semua orang.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel