Jakarta, infopertama.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru untuk masa khidmah 2026–2031 di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Di bawah kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, struktur PBNU kini diperkuat oleh 210 pengurus—bertambah 21 orang dibanding periode sebelumnya—sebagai langkah strategis memperluas keterwakilan lintas generasi dan unsur organisasi.
Langkah efisiensi dan pemerataan ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan peran di seluruh lini. Gus Kikin menegaskan bahwa kepengurusan baru ini sengaja merangkul seluruh potensi, mulai dari jajaran ulama senior hingga kader muda yang ditempa di badan-badan otonom seperti IPNU, PMII, dan GP Ansor.
Formasi baru ini tidak lahir begitu saja, melainkan hasil rumusan cermat tim formatur beranggotakan sembilan orang. Tim tersebut terdiri dari Rais Aam, Ketua Umum, perwakilan tuan rumah, serta enam utusan wilayah yang merepresentasikan Indonesia bagian barat (Padang dan Jawa Tengah), tengah (Kalimantan Selatan dan NTB), hingga timur (Maluku Utara dan Papua Pegunungan).
Secara struktur, perubahan signifikan terjadi baik di jajaran Syuriyah maupun Tanfidziyah. Di jajaran kepemimpinan tertinggi Syuriyah, posisi Rais Aam dan Wakil Rais Aam kini diperkuat menjadi 6 orang dari sebelumnya 3 orang.
Peningkatan juga terjadi pada jajaran Rais yang bertambah menjadi 31 orang, serta Katib Aam dan Katib yang melonjak hingga 32 orang. Adapun penyesuaian dilakukan pada jajaran Mustasyar yang kini berjumlah 33 orang dan A’wan Syuriyah sebanyak 34 orang.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel








