Blog

  • Viral Cuplikan Video Panas Pasangan Muda, Diduga Mahasiswa NTT

    Viral Cuplikan Video Panas Pasangan Muda, Diduga Mahasiswa NTT

    infopertama.com – Berbagai WhatsApp Group di NTT kini diramaikan dengan beredarnya cuplikan video panas pasangan remaja.

    Cuplikan video dewasa yang diperankan oleh pasangan remaja diduga mahasiswa tampak sedang berada dalam salah satu kamar hotel.

    Cuplikan video 4 detik oleh pengunggah diklaim sebagai potongan video full durasi 3 menit 28 detik.

    Potongan video yang sama juga nampak di X dan Threads hingga dibanjiri komentar Nitizen.

    Dalam cuplikan tersebut, sosok yang dinarasikan sebagai pasangan muda Mahasiswa ini, perempuan tampak berdiri tanpa busana di depan tempat tidur menyamping dari sisi kamera.

    Tak berselang lama, sosok pria pasangan mainnya muncul dari belakang. Ia melancarkan aksinya dari belakang, sesekali melirik kamera yang sudah disiapkan.

    Saat bersamaan, sosok perempuan sibuk mengarahkan bidikan pasangannya agar tepat ke target menggunakan tangan kananya.

    Fakta dibalik Video Viral

    Penelusuran lebih lanjut menunjukkan informasi yang beredar luas di forum-forum digital hanyalah klaim sepihak tanpa landasan fakta yang jelas mengenai identitas pemeran maupun lokasi kejadian.

    Tingginya antusiasme netizen justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan narasi bohong.

    Banyak akun anonim mengklaim memiliki “link video full ” hanya untuk memancing klik (clickbait).

    Faktanya, tautan-tautan tersebut sering kali hanya mengarah ke situs iklan agresif atau konten dewasa acak yang tidak relevan.

    Bahaya Phishing dan Malware Mengintai

    Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa fenomena berburu tautan viral seperti ini adalah pintu masuk utama bagi kejahatan digital.

    Laman: 1 2

  • Sebar Fitnah, Bupati Hery Nabit Akan Polisikan Edy Hardum

    Sebar Fitnah, Bupati Hery Nabit Akan Polisikan Edy Hardum

    Ruteng, infopertama.com – Bupati Manggarai, Herybertus Nabit akan mempolisikan pengacara Siprianus Edy Hardum yang dinilai telah dengan sengaja menyebarkan fitnah keji terhadap Hery Nabit dan Istri, Meldyanti Hagur.

    Rencana Hery Nabit mempolisikan Edy Hardum ke Polres Manggarai itu disampaikannya dalam sanggahan dan keberatan resmi yang dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.

    Selain Edy Hardum, Bupati Hery juga menyayangkan kebebasan Pers yang dinilainya terlalu brutal dengan mengabaikan kode etik Jurnalistik sebab tidak cover both sides.

    Berikut salinannya yang diperoleh infopertama.com, Sabtu.

    Saya, Herybertus Nabit, menyampaikan sanggahan dan keberatan resmi terhadap pemberitaan Media Online VIVA NTT edisi, Jumat, 22 Mei 2026 terkait dugaan aliran dana kasus DAK nonfisik Kabupaten Manggarai Timur yang menyeret nama saya dan istri saya.

    Saya sangat berkeberatan terhadap pernyataan Saudara Edi Hardum yang dimuat dalam pemberitaan tersebut, yang menyatakan bahwa saya dan istri saya melindungi Saudara Jefrin Haryanto serta menerima uang hasil korupsi sebagaimana dituduhkan.

    Pernyataan Saudara Edi Hardum tersebut menurut saya tidak mengandung kebenaran dan karenanya merupakan fitnah yang sangat keji terhadap saya dan istri saya. Saya dan istri saya tidak pernah menerima uang hasil korupsi dari Saudara Jefrin Haryanto sebagaimana yang dituduhkan.

    Tuduhan yang disampaikan tanpa dasar fakta, tanpa alat bukti yang sah, dan tanpa proses hukum yang jelas tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun etika. Pembuktian tindak pidana korupsi, suap, ataupun dugaan jual-beli jabatan tidak dapat dibangun berdasarkan rumor, asumsi, atau opini pribadi semata. Jika hanya berdasarkan asumsi tanpa bukti yang sah, maka hal tersebut merupakan fitnah.

    Laman: 1 2 3

  • “From Waste to Action”: Anak Muda Labuan Bajo Bergerak untuk Masa Depan Bebas Sampah

    “From Waste to Action”: Anak Muda Labuan Bajo Bergerak untuk Masa Depan Bebas Sampah

    Labuan Bajo, infopertama.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah menjadi tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda.

    Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT. INGRAM menghadirkan Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21 – 22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat.

    Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi bagi generasi muda Manggarai Barat untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

    Workshop ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Positif Bajo yang telah berjalan sejak 2024 melalui pendekatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

    Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking, peserta diajak memahami tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata, sekaligus merancang ide kampanye kreatif yang dapat diterapkan langsung di komunitas mereka.

    Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan yang ditargetkan hadir dalam kegiatan ini.

    Dari workshop tersebut diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata yang dapat memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di masyarakat.

    Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si saat membuka kegiatan Youth Workshop Campaign tersebut menyampaikan terima kasih kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM yang sudah peduli dan konsen terhadap pengelolaan dan pengolahan sampah.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Mobil Bekas CR-V 2024 Sudah Tak Semahal Dulu, Cek Daftarnya!

    Mobil Bekas CR-V 2024 Sudah Tak Semahal Dulu, Cek Daftarnya!

    infopertama.com – Nama Honda CR-V pasti langsung terlintas di pikiran saat mencari SUV Premium yang tangguh tapi tetap nyaman buat aktivitas harian.

    Di pasar mobil seken, mobil bekas CR-V 2024 kini makin diburu oleh para pencinta otomotif Tanah Air.

    Selain karena desainnya yang semakin gagah, generasi ini menawarkan lompatan teknologi yang cukup signifikan.

    Nah, buat kamu yang berencana meminang SUV legendaris ini dalam kondisi bekas, ada beberapa hal penting yang wajib dipahami, mulai dari varian, spesifikasi, hingga harganya di pasaran saat ini. Yuk, kita bedah bareng-bareng!

    Harga Mobil Bekas Honda CR-V 2024

    Meski tergolong SUV premium, antusiasme konsumen terhadap CR-V terbaru masih cukup tinggi. Hal ini terlihat dari harga pasaran bekasnya yang masih stabil dan diminati banyak pencari SUV modern.

    Honda sendiri menawarkan CR-V 2024 dalam dua pilihan mesin berbeda. Varian pertama memakai mesin 1.5L turbo seperti generasi sebelumnya, sedangkan varian tertingginya sudah menggunakan teknologi hybrid 2.0L e:HEV yang lebih modern dan efisien.

    Berikut kisaran harga mobil bekas CR-V 2024 di pasaran:

    VarianHarga
    2024 Honda CR-V 2.0 RS e:HEV SUVRp535 jutaan – Rp667 jutaan
    2024 Honda CR-V 1.5 Turbo SUVRp595 jutaan

    Walaupun harganya cukup tinggi, SUV ini tetap menarik karena menawarkan kenyamanan kabin, fitur modern, serta resale value Honda yang terkenal kuat di Indonesia.

    Dimensi CR-V 2024

    Kedua varian CR-V keluaran 2024 diketahui memiliki spesifikasi dimensi yang sama, hanya dibedakan di sektor mesin dan kelengkapan fitur.

    1. Panjang: 4.691 mm
    2. Lebar: 1.866 mm
    3. Tinggi: 1.681 mm
    4. Wheelbase: 2.701 mm
    5. Ground clearance: 198 mm

    Dari sisi dimensi, Honda CR-V generasi 2024 hadir dengan ukuran bodi yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Bertambahnya dimensi tersebut membuat ruang kabin terasa lebih lega dan nyaman, baik untuk pengemudi maupun penumpang.

    Laman: 1 2 3

  • PLN UIP Nusra Dorong Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores

    PLN UIP Nusra Dorong Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores

    Ruteng, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mendorong pendekatan budaya dalam proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

    Di tengah proses dialog dan sosialisasi yang terus dilakukan, sejumlah tokoh masyarakat mulai memahami manfaat pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus masa depan daerah.

    Warga Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan aktivitas pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di wilayahnya. Namun, ketika polemik mulai muncul pada 2021, ia terdorong mencari tahu secara langsung mengenai geothermal.

    “Tahun 2022 saya mengikuti kegiatan tabe gendang yang dihadiri teman-teman PLN di Poco Leok. Awalnya saya datang bukan sebagai pendukung ataupun penolak, saya hanya ingin memahami sebenarnya geothermal itu seperti apa,” ujarnya.

    Melalui berbagai dialog dan sosialisasi yang diikutinya, Tadi mulai memahami proses pengembangan geothermal, termasuk upaya PLN dalam menjaga budaya dan ruang hidup masyarakat setempat.

    “Saya akhirnya memahami bahwa pembangunan ini juga berupaya menghormati budaya masyarakat. Karena itu saya mencoba menjelaskan kembali kepada keluarga dan warga lain yang masih ragu,” katanya.

    Hal senada disampaikan Ketua Gendang Desa Wewo, Hendrikus Ampak. Menurutnya, pemahaman masyarakat mulai terbentuk setelah memperoleh penjelasan langsung dari berbagai pihak, termasuk para ahli geothermal.

    Laman: 1 2 3

  • Yayasan Ayo Indonesia Edukasi Dampak Perubahan Iklim bagi Kelompok Disabilitas di Desa Persiapan Wade

    Yayasan Ayo Indonesia Edukasi Dampak Perubahan Iklim bagi Kelompok Disabilitas di Desa Persiapan Wade

    infopertama.com – Yayasan Ayo Indonesia menggelar edukasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap sektor pertanian bagi kelompok disabilitas di Kantor Desa Persiapan Wade, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Kamis, 21 Mei 2026.

    Kegiatan yang didukung Missionprokur SVD Steinhausen Swiss ini diikuti 22 peserta yang terdiri dari orang tua yang memiliki anak difabel, orang dewasa difabel, serta remaja difabel di Desa Persiapan Wade.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri pemerintah desa, para pendamping kelompok disabilitas, mahasiswa magang, dan masyarakat setempat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Sejumlah peserta tampak aktif berbagi pengalaman mengenai perubahan cuaca yang memengaruhi hasil pertanian dan kebutuhan air untuk pertanian di lingkungan mereka.

    Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa hasil panen padi menurun dalam tiga tahun terakhir akibat kekurangan air. Selain itu, tanaman cengkeh juga tidak berbuah optimal karena musim hujan berkepanjangan yang terjadi belakangan ini. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersulit kehidupan petani yang bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama keluarga.

    Kepala Desa Persiapan Wade, Kristianus Apul, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan iklim telah menjadi tantangan serius bagi masyarakat desa karena berdampak langsung pada hasil pertanian dan ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, cuaca yang tidak menentu, musim kemarau yang lebih panjang, dan meningkatnya intensitas hujan ekstrem membuat petani semakin sulit menentukan waktu tanam dan meningkatkan risiko gagal panen.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Panen Raya Green Skills Project Dorong Pemberdayaan Petani Muda dan Pertanian Cerdas Iklim di Manggarai

    Panen Raya Green Skills Project Dorong Pemberdayaan Petani Muda dan Pertanian Cerdas Iklim di Manggarai

    Ruteng, infopertama.com -Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia, Plan International Hongkong dan Rhythm Foundation menggelar kegiatan Panen Raya Green Skills Project bertajuk “Pemberdayaan Petani Muda untuk Pengembangan Praktik Pertanian Cerdas Iklim di Manggarai, Indonesia” yang berlangsung di Podor, Desa Timbu, Kecamatan Cibal Barat, Kamis (21/05/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Petrus Calestinus Masangkat, S.Sos., para pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai, perwakilan Yayasan Plan International Hongkong, perwakilan Yayasan Plan International Indonesia, perwakilan Rhythm Foundation, Camat Cibal Barat, para kepala desa, kelompok tani muda, fasilitator proyek, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

    Dalam sambutannya, Asisten II Sekda Kabupaten Manggarai membacakan sambutan Bupati Manggarai yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Green Skills Project di Kabupaten Manggarai. Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan pertanian hortikultura berbasis praktik pertanian cerdas iklim dan ramah lingkungan.

    “Kegiatan panen raya ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai wujud keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga sebagai simbol keberhasilan pengembangan keterampilan hijau bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Manggarai,” Ungkap Asisten II saat membacakan sambutan Bupati Manggarai.

    Laman: 1 2 3 4

  • Netizen Buru Link Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral di TikTok

    Netizen Buru Link Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral di TikTok

    infopertama.com – Jagat Maya kembali diramaikan dengan kemunculan rekaman video bertajuk “TKW Taiwan 3 Vs 1” yang mendadak viral di platform TikTok.

    Pencarian akan Konten tersebut langsung memicu lonjakan yang cukup masif di berbagai platform mesin pencari digital dalam beberapa hari terakhir.

    Topik sensitif ini menjadi bahan perbincangan luas netizen, terutama di kalangan pengguna media sosial aktif serta komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah mengadu nasib di luar negeri.

    Kata kunci terkait video itu ikut ramai diburu setelah sejumlah akun penjelajah konten membahas isi dan latar belakang peredaran videonya.

    Berdasarkan narasi yang beredar luas, video kontroversial tersebut disebut-sebut memuat adegan seorang perempuan bersama tiga orang pria di dalam sebuah ruangan.

    Konten bernuansa asusila itu memancing kontroversi panas sekaligus memunculkan ribuan komentar dari warganet.

    Perhatian publik kian meningkat tajam setelah muncul klaim sepihak mengenai pengakuan perempuan yang dituding sebagai pemeran utama dalam video tersebut.

    Dilansir dari akun TikTok @jurianto.22, perempuan itu mengaku telah menerima bayaran sebelum video dibuat.

    Ia juga disebut mengetahui bahwa konten tersebut pada akhirnya akan diunggah ke media sosial. Namun, polemik berkembang karena wajah perempuan tersebut sama sekali tidak disamarkan saat video tersebar luas di internet.

    Dalam pelacakan informasi digital, perempuan itu dikabarkan menerima bayaran sebesar 30.000 NT atau setara dengan sekitar Rp16 juta.

    Laman: 1 2 3

  • PLN Tegaskan Komitmen ESG melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat

    PLN Tegaskan Komitmen ESG melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat

    Mataram, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar pengelolaan lingkungan berkelanjutan, program penghijauan, hingga berbagai langkah mitigasi risiko ekologis di wilayah proyek.

    Asistant Manager Lingkungan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Nasrulloh, menjelaskan bahwa seluruh proyek ketenagalistrikan yang dijalankan PLN selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan serta dokumen persetujuan lingkungan yang telah disahkan kementerian maupun dinas lingkungan hidup setempat.

    “Penerapan standar lingkungan meliputi pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan air limbah, pengendalian gangguan lingkungan, hingga penghematan penggunaan air dan energi,” jelas Anas.

    Selain itu, PLN juga secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan guna memastikan seluruh aktivitas pembangunan tetap berada dalam baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.

    “Pemantauan ini penting agar setiap proyek tetap mendukung kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan vegetasi di sekitar wilayah pembangunan,” tambahnya.

    Tak hanya berfokus pada pengelolaan dampak lingkungan proyek, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga aktif menjalankan program penghijauan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.

    Pada awal 2025, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama masyarakat dan pihak kehutanan melakukan penanaman 33 ribu pohon jambu mete di Desa Noin Bila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan cakupan area mencapai 50 hektare.

    Laman: 1 2

  • Rosario dan Katekese Sayang Anak Warnai Kebersamaan Umat KBG Santo Yosep Woang

    Rosario dan Katekese Sayang Anak Warnai Kebersamaan Umat KBG Santo Yosep Woang

    Ruteng, infopertama.com – Umat Komunitas Basis Gerejani (KBG) Santo Yosep Woang, Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Keuskupan Ruteng, menggelar katekese dan doa rosario bersama pada Senin malam, 18 Mei 2026 di rumah milik salah satu umat KBG.

    Kegiatan rohani tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 Wita hingga 20.20 Wita dan dihadiri oleh bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak-anak.

    Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan diwarnai partisipasi aktif umat. Meski jumlah ibu-ibu dan anak-anak terlihat lebih banyak dibandingkan kaum bapak, kehadiran seluruh umat menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan iman di lingkungan KBG.

    Kegiatan diawali dengan sesi katekese yang dipandu oleh Herman Jenidu selaku Seksi Pewartaan KBG Santo Yosep Woang. Katekese tersebut mengangkat tema tentang pentingnya menyayangi, mendidik, dan melindungi anak-anak di tengah tantangan kehidupan keluarga dan masyarakat saat ini.

    Topik tersebut dinilai sangat relevan karena kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama, baik oleh Gereja, keluarga, maupun pemerintah.

    Dalam pengantar katekesenya, Herman menegaskan bahwa anak-anak bukan hanya generasi penerus Gereja, tetapi juga titipan Tuhan yang harus dijaga dengan penuh kasih dan tanggung jawab.

    “Anak-anak adalah Gereja masa kini dan masa depan. Mereka harus dibesarkan dalam kasih, bukan dalam kekerasan,” ujar Herman di hadapan umat.

    Katekese berlangsung interaktif dan disesuaikan dengan konteks anak-anak sehingga mereka terlihat sangat antusias mengikuti seluruh proses kegiatan. Anak-anak tampak duduk bersila sambil mengarahkan wajah ke fasilitator katekese ketika sesi dialog berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, memberi tanggapan, bahkan menyampaikan pengalaman sederhana yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Manggarai Gelar Bimtek Literasi Informasi, Dorong Lahirnya Garda Terdepan Informasi Akurat

    Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Manggarai Gelar Bimtek Literasi Informasi, Dorong Lahirnya Garda Terdepan Informasi Akurat

    Ruteng, infopertama.com – Di tengah tantangan era keberlimpahan informasi (information overload) serta maraknya bahaya hoaks dan disinformasi, kemampuan memilah serta mengevaluasi informasi secara etis menjadi keterampilan yang krusial.

    Menjawab tantangan nyata tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi pada Selasa (19/05/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai. Bimtek yang mengusung tema “Transformasi Literasi: Menjadi Garda Terdepan Informasi yang Akurat dan Inspiratif” ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii, para pustakawan, pengelola perpustakaan, serta pegiat literasi.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd menegaskan bahwa makna literasi pada zaman ini telah bergeser secara mendalam. Literasi bukan lagi sekadar kemampuan mengeja huruf atau membaca kalimat, melainkan cakupan kecakapan yang jauh lebih luas.

    “Literasi informasi mencakup kecakapan mengenali kapan informasi dibutuhkan, menemukannya secara tepat, mengevaluasi kualitasnya, hingga menyebarkannya secara etis dan bertanggung jawab. Guru, pegiat literasi, pustakawan, dan tenaga perpustakaan adalah ujung tombak kita dalam membangun ekosistem masyarakat yang cerdas informasi,” tegas Wakil Bupati.

    Sinergi Lintas Sektor demi Ekosistem Literasi yang Kuat

    Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai, Gabriel Aldino Posenti Tjangkoeng, menjelaskan bahwa kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Tahun 2026 ini bertujuan memberikan pembekalan taktis mengenai literasi informasi. Pembekalan tersebut dimulai dari pengenalan kebutuhan informasi, teknik penelusuran, evaluasi, hingga pemanfaatan sumber informasi yang relevan dan valid.

    Laman: 1 2 3

  • Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Manggarai Tangani Longsor di Jalur Ruteng–Iteng

    Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Manggarai Tangani Longsor di Jalur Ruteng–Iteng

    Ruteng, infopertama.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai turun langsung menangani bencana longsor di ruas jalan Ruteng–Iteng, tepatnya di sekitar Jembatan Wae Mantar II, Desa Umung, Kecamatan Satarmese, Selasa (19/5/2026).

    Penanganan dilakukan menggunakan alat berat guna membersihkan material longsor berupa tanah dan bebatuan yang sebelumnya menutup badan jalan dan menyebabkan arus transportasi sempat lumpuh total. Material longsor dibersihkan agar akses kendaraan kembali normal dan aman dilalui masyarakat.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai, Wilfridus Eduardus Elfrit Turuk, mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima laporan terkait longsor yang menutup akses jalan utama Ruteng–Iteng.

    “Jalur ini merupakan akses vital masyarakat sehingga penanganan harus segera dilakukan agar mobilitas warga kembali normal. Kami langsung menurunkan alat berat bersama BPBD untuk membersihkan material longsor supaya akses transportasi bisa segera dibuka kembali,” ujarnya.

    Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PUPR dan BPBD jelasnya juga terus melakukan penanganan di sejumlah titik longsor dan kerusakan infrastruktur lainnya akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Manggarai dalam beberapa hari terakhir.

    Tim gabungan turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan, pembersihan material longsor, serta penanganan darurat agar akses masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu.

    Laman: 1 2

  • Modernitas dan Hutan yang Hilang

    Modernitas dan Hutan yang Hilang

    Manusia Berhasil Menaklukkan Alam, Tetapi Gagal Menaklukkan Kerakusannya Sendiri

    Oleh: Aji Priyo Utomo*

    infopertama.com – “Untuk apa modernitas, bila hati manusia kosong tanpa cinta?”

    Pertanyaan itu terdengar seperti keluhan seorang penyair. Namun hari ini, ia terasa sebagai pertanyaan ekologis sekaligus politik. Sebab di tengah gegap gempita pembangunan, manusia justru semakin jauh dari alam yang menopang hidupnya sendiri.

    Kita hidup di zaman ketika kemajuan diukur lewat jalan tol, kawasan industri, tambang, dan angka investasi. Hutan dipandang sebagai cadangan ekonomi yang menunggu dibuka. Sungai dianggap saluran sumber daya. Gunung diperlakukan seperti tubuh yang boleh dilubangi kapan saja selama menghasilkan keuntungan.

    Di titik itulah modernitas sering kehilangan nuraninya. Papua memperlihatkan ironi itu dengan terang. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu bentang hutan hujan tropis terbesar di dunia perlahan berubah menjadi ruang eksploitasi. Hutan dibuka untuk perkebunan, tambang, jalan, dan proyek pangan skala besar. Pohon-pohon tua yang tumbuh jauh sebelum republik ini lahir tumbang dalam hitungan menit oleh mesin-mesin industri.

    Bahasa pembangunan terdengar megah di ruang rapat yaitu hilirisasi, investasi, ketahanan pangan, bioenergi, percepatan ekonomi. Tetapi bagi masyarakat adat, pembangunan kerap hadir dalam bentuk lain, bagaimana tidak tanah yang hilang, sungai yang keruh, dan hutan yang tak lagi dapat diwariskan kepada anak-anak mereka.

    Padahal bagi banyak komunitas adat di Papua, hutan bukan sekadar hamparan kayu. Hutan adalah ruang hidup, sumber makanan, pengetahuan, dan ingatan leluhur. Ketika hutan hilang, yang lenyap bukan hanya pohon, melainkan juga cara hidup manusia yang tumbuh bersama alamnya.

    Laman: 1 2 3

  • Kiprah Sekolah Katolik di Tengah Tantangan Penurunan Jumlah Murid; Menjaga Misi Pendidikan yang Memanusiakan Manusia

    Kiprah Sekolah Katolik di Tengah Tantangan Penurunan Jumlah Murid; Menjaga Misi Pendidikan yang Memanusiakan Manusia

    Ruteng, infopertama.com – Sekolah Katolik di Indonesia lahir dari semangat pelayanan Gereja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejak masa awal karya misi, sekolah-sekolah Katolik hadir bukan semata-mata untuk menghasilkan lulusan dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga untuk membentuk manusia yang utuh: cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

    Jejak pengabdian itu terlihat nyata. Sekolah Katolik berdiri di kota-kota besar hingga wilayah terpencil. Banyak sekolah hadir di daerah yang bahkan belum tersentuh fasilitas pendidikan memadai. Kehadirannya membuka akses pendidikan bagi siapa saja tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang ekonomi.

    Namun, dalam dua dekade terakhir, sekolah-sekolah Katolik menghadapi tantangan yang semakin nyata: jumlah murid terus menurun. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak lembaga pendidikan swasta di berbagai negara.

    Ada pun banyak faktor yang menyebabkan Penurunan tersebut seperti Laju kelahiran yang melambat menyebabkan jumlah anak usia sekolah semakin berkurang. Di sisi lain, sekolah negeri menawarkan pendidikan gratis dengan fasilitas yang terus berkembang. Perubahan teknologi juga melahirkan model pendidikan baru seperti homeschooling dan sekolah daring yang memberi lebih banyak pilihan bagi orang tua.

    Situasi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah sekolah Katolik masih relevan di tengah perubahan zaman?

    Jawabannya adalah ya. Justru di tengah tantangan inilah identitas dan peran sekolah Katolik diuji sekaligus dipertegas.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Ketika Penderitaan Menjadi Komoditas: Kritik atas Ekonomi Politik Kemartiran dalam Film Dokumenter Advokasi

    Ketika Penderitaan Menjadi Komoditas: Kritik atas Ekonomi Politik Kemartiran dalam Film Dokumenter Advokasi

    Patris Allegro★

    infopertama.com – Esai ini melampaui kritik konvensional terhadap film dokumenter advokasi yang hanya menyoroti reduksi hitam-putih atau manikheisme moral. Dengan pendekatan ekonomi politik kritis dan personalisme radikal, esai ini mengajukan tesis bahwa film seperti Pesta Babi—terlepas dari niat baiknya—telah berpartisipasi dalam industri penderitaan: sebuah sistem produksi simbolik di mana luka masyarakat adat diekstrak, dikemas, dan dikonsumsi sebagai komoditas moral oleh kelas menengah urban.

    Esai ini membongkar tiga mekanisme utama: (1) ekstraksi simbolik yang tidak berbeda secara struktural dari ekstraksi material yang dilakukan negara dan pengusaha; (2) penghapusan agensi moral masyarakat adat melalui representasi korban murni yang paternalistis; dan (3) produksi katarsis murah yang menggantikan tuntutan perubahan struktural. Pada akhirnya, esai ini menuntut agar kritik tidak hanya diarahkan pada film, tetapi pada diri penonton sendiri: apakah kita sungguh mencari keadilan, atau hanya perasaan telah menjadi orang baik?

    Pendahuluan: Melampaui Kritik yang AmanDalam beberapa tahun terakhir, film dokumenter advokasi tentang tanah adat, ekologi, dan ketidakadilan struktural telah menjadi genre yang populer, terutama di kalangan kelas menengah urban yang haus akan konten moral. Film seperti Pesta Babi dipuji sebagai “alarm moral”, “suara bagi yang tak bersuara”, dan “karya yang membangunkan kesadaran publik”.

    Kritik terhadap film semacam itu, jika ada, biasanya berhenti pada tuduhan yang sudah menjadi konsensus: bahwa film tersebut terlalu hitam-putih, terlalu reduktif, terlalu propagandis. Ini adalah kritik yang aman. Ia tidak mengancam siapa pun, termasuk penontonnya sendiri.Esai ini ingin melangkah lebih jauh—ke wilayah yang tidak nyaman.

    Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10