Opini  

Literasi di Era Digital: Tantangan dan Peluang bagi Generasi Muda

Oleh: Anastasia Diana Stuti

Ruteng, infopertama.com – Di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, generasi muda memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai sumber pengetahuan. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diikuti dengan meningkatnya budaya literasi. Saat ini masih banyak siswa dan remaja yang kurang memahami pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam untuk hiburan dibandingkan untuk kegiatan yang dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan.

Literasi merupakan kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara efektif dalam berbagai situasi kehidupan. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku atau menulis teks, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Karena itu, literasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki setiap individu, terutama generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sayangnya, budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat masih menghadapi berbagai kendala. Banyak siswa lebih tertarik menggunakan waktu luangnya untuk bermain gim atau mengakses media sosial dibandingkan membaca buku dan memperluas pengetahuan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan minat baca dan kemampuan literasi mengalami penurunan.

Pengaruh Gawai terhadap Kebiasaan Belajar

Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan telepon genggam atau smartphone telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas saat ini dapat dilakukan melalui perangkat digital, mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengakses berbagai bentuk hiburan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel