Hari ini dianggap penting, besok dilupakan.
Jika identitas kita terlalu bergantung pada pandangan manusia, maka kebahagiaan pun akan bergantung pada sesuatu yang tidak pernah benar-benar dapat kita kendalikan.
Padahal, manusia memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Apa yang dianggap baik oleh seseorang belum tentu dipahami dengan cara yang sama oleh orang lain. Berusaha memenuhi seluruh harapan manusia adalah pekerjaan yang tidak akan pernah selesai.
Seberapa keras pun kita mencoba, akan selalu ada pihak yang menilai kurang, salah, atau tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Itulah sebabnya terlalu rapuh jika menggantungkan kebahagiaan pada pengakuan.
Kerendahan Hati Bukan Berarti Merendahkan Diri
Banyak orang keliru memahami makna rendah hati.
Kerendahan hati bukan berarti mengecilkan diri sendiri. Bukan pula menolak kemampuan yang dimiliki.
Kerendahan hati adalah kesediaan untuk tetap membumi, sekalipun memiliki kesempatan untuk meninggi.
Ia adalah kemampuan untuk tetap tenang ketika dipuji dan tetap teguh ketika dicela.
Sebab, nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh seberapa keras dunia berbicara tentang dirinya.
Jabatan, penghargaan, popularitas, atau berbagai sebutan yang dilekatkan masyarakat hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup. Semua itu dapat berubah sewaktu-waktu.
Yang lebih penting adalah apakah kita masih mampu bersikap jujur kepada diri sendiri.
Tetap Menjadi Diri Sendiri di Tengah Penilaian Manusia
Kehendak hidup seharusnya berjalan sesuai dengan alam pikiran yang bebas.
Bebas bukan berarti hidup tanpa arah atau menolak setiap nasihat. Bebas berarti memiliki keberanian untuk mengenali nilai yang diyakini dan melangkah berdasarkan kesadaran diri.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











