Tetap Merendah di Tengah Penilaian Manusia

Penilaian Manusia
Ilustrasi Merendah di tengah Penilaian Manusia

Hidup adalah tentang bagaimana kita dapat menjalaninya dengan jujur terhadap nurani sendiri.

Melangkah dengan pikiran yang merdeka.

Bekerja dengan sungguh-sungguh.

Serta menerima bahwa tidak semua orang harus memahami perjalanan yang sedang kita tempuh.

Barangkali, inilah salah satu bentuk kedewasaan yang paling sunyi: tetap melakukan yang diyakini benar tanpa harus terus-menerus meminta persetujuan.

Sebab, hidup yang terlalu bergantung pada pengakuan akan mudah goyah oleh penolakan.

Sementara hidup yang bertumpu pada kesadaran akan tetap memiliki arah, bahkan ketika tidak ada tepuk tangan.

Jika kita terus hidup untuk memenuhi penilaian manusia, kita akan kelelahan menjadi versi diri yang diinginkan banyak orang.

Namun jika kita hidup berdasarkan kesadaran dan nilai yang diyakini, kita mungkin tidak akan disukai semua orang, tetapi setidaknya kita tetap menjadi diri sendiri.

Dan itulah yang saya pahami, kawan.

Tetap merendah.

Tetap berjalan.

Tidak menyerahkan kemerdekaan batin kepada penilaian yang datang silih berganti.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukanlah seberapa banyak manusia memuji langkah kita, melainkan apakah kita masih mampu berjalan dengan hati yang jernih dan pikiran yang bebas.

Sebagaimana bintang yang tak pernah sibuk memastikan siapa yang sedang memandangnya, mungkin kita pun tidak perlu terlalu sibuk memastikan bagaimana dunia menilai diri kita.

Cukuplah menjadi terang dengan cara yang sederhana, tetap rendah hati dalam setiap pencapaian, dan setia pada nilai-nilai yang kita yakini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel