Ruteng, infopertama.com – Pendataan dampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai mencatat penambahan signifikan setelah dilakukannya proses uji publik. Data resmi Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M7,7 Kabupaten Manggarai per Jumat, 2 Oktober 2026, mencatat sebanyak 5.253 unit kerusakan fasilitas masyarakat tambahan di luar pendataan awal.
Penambahan dari hasil uji publik tersebut terdiri dari 380 unit rusak berat, 896 unit rusak sedang, 908 unit rusak ringan, serta 3.069 unit rusak ringan di bawah 20 persen. Jika diakumulasikan dengan data Verifikasi dan Validasi (Verfal) awal yang mencatat 31.885 unit rumah warga rusak, maka total keseluruhan kerusakan bangunan di 12 kecamatan kini menyentuh angka 37.138 unit. Kecamatan Reok Barat, Wae Ri’i, Cibal, dan Reok masih menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan fisik paling dominan.
Di tengah lonjakan data kerusakan fasilitas publik tersebut, jumlah pengungsi di posko terpadu dilaporkan tetap stabil tanpa perubahan dari data sebelumnya. Sebanyak 1.344 jiwa dari 377 kepala keluarga masih bertahan di 17 titik posko yang tersebar di 11 desa dan kelurahan pada lima kecamatan, yaitu Reok, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i, dan Lelak. Warga belum dapat kembali ke kediaman masing-masing akibat kondisi bangunan yang tidak layak huni, ancaman pergerakan dan retakan tanah, serta rasa trauma terhadap potensi gempa susulan.
Perhatian dan penanganan ekstra di posko pengungsian terus difokuskan pada 346 jiwa kelompok rentan. Kelompok ini mencakup 114 anak balita, 107 anak-anak, 79 warga lansia, 32 ibu menyusui, 9 penyandang disabilitas, serta 5 ibu hamil yang membutuhkan pasokan gizi dan pemantauan kesehatan secara berkesinambungan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel










