Cepat, Lugas dan Berimbang

Memuliakan Tradisi Kampus Bonek STPMD APMD Yogyakarta

Ketujuh, memuliakan tradisi adalah tindakan melawan arus, mengikuti inovasi modernitas adalah arus utama. Di tengah posisi sulit, dosen dan mahasiswa begitu gamang, tidak memiliki standing yang jelas. Mereka sulit menemukan dan memahami tradisi, atau tidak mau dituding kolot, tetapi juga tidak sanggup mengejar impian modernitas.

“Mahasiswa ndableg”, begitu ungkap dua kali Natalius Pigai, yang ia tunjuk untuk menandai moral dan mental buruk. Berbeda dengan pekok alias bodoh, ndableg adalah sikap super buruk: cuek bebek, nggampangke, malas, emoh, sak penake dhewe, waton, dll. Orang ndableg pasti mengabaikan ajakan kebaikan, termasuk cuek dengan dirkusus tradisi versus modernitas. Mahasiswa ndableg adalah mereka yang menikmati penjara maupun meninggalkan penjara. Ketika mengikuti kuliah, mereka pengin duduk di belakang, sementara kursi paling depan dibiarkan kosong, pikiran melayan ke mana-mana. Sebagian besar mahasiswa minta dilayani dan ditolong, tetapi emoh dididik dan belajar.

Pada perayaan sarasehan Dies Natalis ke-60, mahasiswa dikeluarkan dari penjara, untuk berpindah belajar ke hall kampus, tetapi sebagian besar mahasiswa ndableg tidak datang.

Dosen juga ndableg meskipun tidak separah mahasiswa. Dosen patuh pada surat tugas, rajin bekerja dan mengajar, tetapi ndableg malas belajar, yang menular ke mahasiswa.

“Dosen tidak mau melakukan update pengetahuan”, begitu tutur Hilal Solihin, Kepala BAU, dalam pergelatan Raker belum lama ini. Sebagian besar dosen malas diskusi, tetapi senang rapat. Ada pula dosen ndableg yang mempertahankan pendapatnya sekalipun langit akan runtuh. Dosen minta dilayani secara prima, suka menuntut hak secara cepat setelah menggugurkan kewajiban, namun kewajiban tidak dihayati dengan kehormatan dan kebajikan. Jika ada pertemuan, sing penting setor wajah, untuk menggugurkan kewajiban secara formalitas. Ndableg tetapi mengklaim lara lapa, dan pengin meraih predikat unggul.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN