Cepat, Lugas dan Berimbang

Memuliakan Tradisi Kampus Bonek STPMD APMD Yogyakarta

Namun setelah Perang Dunia II, lahir teori modernisasi yang meneruskan kolonialisme, membedakan secara tegas antara tradisi versus modernitas. Modernitas mewakili gagasan, nilai, imajinasi dan praktik yang terkait dengan modernisme dan era modern, yang ditandai dengan kemajuan, keunggulan, rasionalitas, individualisme, teknologisasi, dan kapitalisasi. Identik dengan Barat, modernitas kerap menantang tradisi sebagai praktik yang kolot, melekat pada masa lalu, dan tidak berubah, sembari menuntut pembaruan, mengadvokasi inovasi, pergerakan menuju masa depan, dan perubahan berkelanjutan, melalui adopsi pengetahuan ilmiah, tata kelola yang demokratis, industrialisasi, revolusi informasi dan digital, serta globalisasi ekonomi.

Dimata kaum poskolonial seperti Aníbal Quijano, modernitas tidak pernah ada secara terpisah dari sisi kolonialnya, yakni kolonialitas kekuasaan. Konstitusi modernitas bergantung pada negasi dan subordinasi pengetahuan dan praktik lain, yang didefinisikan ulang sebagai tradisi, untuk dibuang. Bagi Walter Mignolo retorika kemajuan modernitas tidak dapat dipisahkan dari logika kolonialitas, yang melegitimasi dominasi, perampasan, dan pembungkaman epistemologi asli non-Barat. Dengan demikian, modernitas terus menciptakan “tradisi baru” melalui penolakan yang lama, sekaligus menggemakan kritik lebih luas bahwa keberadaan modernitas bergantung pada proses kolonial pengucilan dan subordinasi (Mignolo, 2007).

Modernitas adalah sebuah kontradiksi. Ia mengangungkan rasionalitas dan peradaban suci, tetapi ia juga menyembunyikan mitos irasionalitas yang membenarkan kolonialisme beserta sederet sisi buruknya. Ia menawarkan demokrasi di depan, tetapi diikuti teknokrasi di belakang. Ia membius keunggulan bergengsi dengan cara menjual standar internasional yang menjerat orang banyak sekaligus untuk memperkaya diri. Ia menjanjikan lepas landas ketika Indonesia memeluk modernisasi, tetapi desa, rakyat, dan masyarakat lokal tetap merana tertinggal di landasan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN