Kategori: Ekonomi

  • Dari Kampung Null, Orang Muda Belajar Bertahan

    Dari Kampung Null, Orang Muda Belajar Bertahan

    infopertama.com – Kunjungan Belajar Bisnis ke Kampung Null, Desa Poco Lia, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Manggarai Timur, pada Senin, 12 Mei 2026, perjalanannya berlangsung menyenangkan sekaligus reflektif. Jalan beraspal mulus yang membelah perbukitan khas Pulau Flores membuat perjalanan terasa nyaman meski jalurnya berkelok-kelok dan menurun tajam di beberapa titik. Motor Vario dan mobil Terios yang digunakan rombongan melaju perlahan menyesuaikan lekuk jalan hingga akhirnya tiba dengan selamat di tujuan.

    Perjalanan itu seakan menjadi gambaran tentang kehidupan. Harapan dan cita-cita tidak selalu dicapai melalui jalan lurus dan mudah. Ada tikungan, tanjakan, dan penurunan yang harus dilewati dengan kesabaran serta konsistensi.

    Dari Cabang Watu Cie hingga memasuki kawasan Poco Lia, hamparan alam hijau memanjakan mata. Aneka jenis pohon tumbuh subur di sepanjang jalan. Tanaman kopi arabika dan robusta tampak berdaun hijau dengan buah lebat yang menjanjikan hasil ekonomi bagi para petani beberapa bulan mendatang. Bentangan alam berbukit yang menjadi ciri khas Flores memperlihatkan potensi besar kampung-kampung pedalaman untuk bertumbuh melalui sektor pertanian.

    Di sisi jalan, rumah-rumah tembok berdiri kokoh menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang mulai berkembang. Beberapa kendaraan roda empat terlihat terparkir di halaman rumah warga. Meski demikian, rumah-rumah papan tua dengan dinding kusam masih dapat dijumpai. Pemandangan itu menunjukkan bahwa perubahan ekonomi berlangsung perlahan, namun harapan untuk kehidupan yang lebih baik tetap tumbuh di tengah masyarakat.

    Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8

  • Bank NTT Cabang Ruteng Bagikan Tips Menghindari Phishing yang Kian Marak

    Bank NTT Cabang Ruteng Bagikan Tips Menghindari Phishing yang Kian Marak

    Ruteng, infopertama.com – Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT atau bank NTT kembali mengadakan Customer Gathering agen Be Ju Bis@ Bank NTT yang diadakan di lantai 1 Kantor Bank NTT Ruteng, Manggarai, Selasa, 28 April 2026.

    Customer Gathering agen Be Ju Bis@ Bank NTT ini dihadiri oleh 42 agen dari beberapa kecamatan di kabupaten Manggarai.

    Beberapa agen juga diapresiasi dalam kategori Transaksi Terbanyak, Saldo Terbanyak dan penghargaan khusus kepada agen dengan Saldo Terbanyak sepanjang Januari 2025-Maret 2026.

    Bank NTT Cabang Ruteng sepanjang triwulan pertama 2026 telah mencatatkan 34.438 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp30,2 Miliar dari agen-agen Be Ju Bis@.

    Selain mengapresiasi para Agen Be JuBis@, Bank Kebanggaan Daerah ini juga membagikan tips kepada para agen dan nasabah dalam menghadapi atau mengenali indikasi-indikasi penipuan atau Phishing yang makin marak.

    Pimpinan Cabang Bank NTT Ruteng, Romy Radjalangu yang ditemui usai kegiatan membagikan beberapa tips yang biasa dilakukan bank NTT agar terhindar kejahatan siber atau Phishing.

    Bank NTT, kata Pinca Romy, menghadapi phishing dengan mengimbau nasabah waspada melalui edukasi keamanan, sosialisasi akun resmi, serta menyediakan saluran pelaporan cepat.

    “Nasabah diminta melapor melalui Halo Bank NTT 14013, WhatsApp resmi bercentang hijau, atau kantor terdekat.”

    Berikut cara Bank NTT hadapi Phishing

    Edukasi Nasabah: Bank NTT Imbau Nasabah Waspada Penipuan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan bank, termasuk Waspada Phishing.

    Sosialisasi Akun Resmi: Mengimbau nasabah mengikuti akun media sosial resmi Bank NTT untuk menghindari informasi palsu (hoax).

    Laman: 1 2

  • Di Bawah Terik Lembor: Belajar Mengatur Uang dan Harapan Hidup

    Di Bawah Terik Lembor: Belajar Mengatur Uang dan Harapan Hidup

    infopertama.com – Udara siang itu terasa panas—sekitar 30 derajat Celsius—ketika tim KSP CU Florette memasuki Kampung MIS, Lembor. Jalanan sebagian besar sudah mulus, meski beberapa meter terakhir masih berbatu, mengikuti lekuk perbukitan. Di kiri kanan jalan, pohon jati merah tumbuh subur berdampingan dengan pepohonan lain dan semak belukar, menghadirkan lanskap hijau yang menenangkan.

    Bagi Rikardus, pemandangan itu bukan sekadar keindahan alam.

    “Pohon-pohon ini seperti uang yang kita simpan untuk jangka panjang,” ujarnya.

    “Kalau dirawat, suatu saat akan memberi hasil.”

    Perjalanan ini merupakan bagian dari agenda pendampingan KSP CU Florette. Bersama Srianus Syukur dan Dion, Rikardus bertemu anggota di Tempat Pelayanan (TP) MIS Lembor—lejong, berbagi cerita tentang hidup dan mengelola keuangan.

    Pertemuan di TP MIS Lembor

    Kegiatan pendidikan literasi keuangan dimulai pukul 11.30 WITA, difasilitasi oleh Katarina Sumur, Koordinator TP MIS. Sebanyak 20 anggota hadir, mayoritas perempuan dan hanya empat laki-laki. Mereka berasal dari berbagai latar belakang—Ende, Soa, Boawae, Cireng, Pongkor, hingga Rahong—namun terikat dalam relasi sosial yang kuat selama puluhan tahun.

    Secara keseluruhan, TP Mis memiliki 64 anggota, dengan total simpanan Rp201.462.111 dan total pinjaman Rp225.072.000. Mereka mendapatkan pelayanan setiap bulan oleh staf KSP CU Florette.

    Saat mulai kegiatan, cuaca masih terik tanpa tanda hujan. Namun tak lama kemudian, langit berubah mendung. Hujan turun deras, memecah siang yang panas. Meski demikian, tidak satu pun peserta beranjak. Mereka tetap bertahan hingga kegiatan selesai pukul 13.00 WITA.

    Laman: 1 2 3 4

  • Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong

    Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong

    Manggarai, infopertama.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mempertegas perannya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan melalui program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat di sektor pangan.

    Program budidaya hortikultura yang dijalankan di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok menjadi bagian dari strategi PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional.

    Salah seorang penerima manfaat, Sakarias, mengungkapkan bahwa program budidaya hortikultura tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, tidak hanya pada tahap pengolahan lahan, tetapi juga hingga pemasaran hasil panen.

    Selain memberikan bantuan sarana produksi, PLN juga menghadirkan pendamping yang secara konsisten memantau kegiatan kelompok tani, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.

    Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Karolus, menyebutkan bahwa jenis tanaman sayur seperti fanbox dan pakcoy menjadi komoditas yang paling menguntungkan dengan masa panen yang relatif singkat.

    Menurutnya, kedua jenis tanaman tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sejak penanaman hingga siap dipanen dan dipasarkan.

    “Panen pertama saya sebanyak 500 pohon fanbox dengan harga jual Rp6.000 per pohon, sehingga memperoleh Rp3 juta. Dari pakcoy, saya juga mendapatkan sekitar Rp2 juta dalam satu bulan,” ujar Karolus.

    Dari hasil penjualan pertama tersebut, kelompok tani mampu meraup pendapatan sebesar Rp5 juta, belum termasuk kontribusi dari komoditas lain seperti mentimun dan tomat.

    Laman: 1 2

  • Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP

    Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP

    Jakarta, infopertama.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) merencanakan membuka kesempatan kerja bagi 15-18 orang dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH), untuk bekerja sebagai karyawan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

    Langkah ini menjadi strategi optimalisasi pemberdayaan masyarakat khususnya dari masyarakat desil 1 dan seterusnya.

    Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa rencana pembukaan kesempatan kerja di KDKMP bagi para penerima manfaat bantuan sosial seperti PKH ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto nomer 8 tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

    “Hari ini kami bicarakan bagaimana penerima PKH menjadi pengelola atau bekerja di Koperasi Desa. Harapannya di setiap koperasi dapat membuka kesempatan bagi sekitar 15–18 orang dari keluarga penerima manfaat dari tiap desa,” ujar Menkop Ferry usai menerima kunjungan dari Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di kantornya, Senin (13/4).

    Dengan skema tersebut, Kemenkop memperkirakan hampir 1,4 juta penerima PKH bisa terserap sebagai tenaga kerja di koperasi desa. Hal ini didasarkan dengan asumsi apabila 83 ribu KDKMP yang tersebar di seluruh Indonesia beroperasi dengan menyerap tenaga kerja antara 15-18 orang dari keluarga PKH.

    Menkop Ferry menekankan bahwa langkah ini juga dapat membantu para keluarga penerima manfaat PKH dapat keluar dari kategori masyarakat miskin ekstrem. Oleh karena itu Kemenkop akan segera menerbitkan aturan khusus untuk mempermudah penerima dari keluarga penerima manfaat PKH untuk menjadi karyawan di KDKMP.

    Laman: 1 2 3

  • RAT Koperasi Yan Van Roosmalen Tahun Buku 2025 Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Digitalisasi

    RAT Koperasi Yan Van Roosmalen Tahun Buku 2025 Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Digitalisasi

    Ruteng, infopertama.com – Koperasi Yan Van Roosmalen menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 Kampus Unika St. Paulus Ruteng, Minggu (12/04/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penentuan arah strategis koperasi ke depan.

    Koperasi mencatat total anggota sebanyak 596 orang, terdiri dari 320 perempuan dan 285 laki-laki. Dari 605 anggota itu terpantau berdasarkan daftar hadir RAT, ada sebanyak 83 anggota hadir dan mengikuti jalannya rapat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia RAT Theo Ndorang, M.Th, Ketua Pengurus Susana Carolina Eden, S.E., M.B.A., Ak., CA., ACPA., CPAS., CIAS., ASEAN CPA., MABCC., PMP.C., C.SMC, Pengawas Koperasi Drs. Eliterius Senen, Pimpinan Sidang Tarsianus Golo, S.Fil., M.H, Manajer PUSKOPDIT Manggarai Raya Yoseph Bunga, Ketua PUSKOPDIT Manggarai Raya RD. Leonardus Eventius Noveri, serta Wakil Kepala Dinas KUKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai Rikard Djemadut.

    Penegasan Regulasi dan Kepatuhan Koperasi

    Wakil Kepala Dinas KUKM dan TPenegasan Regulasi dan Kepatuhan Koperasinegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi koperasi.

    Ia menjelaskan bahwa batas waktu pelaksanaan RAT mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, yaitu maksimal enam bulan setelah tutup buku.

    “Pelaksanaan RAT hari ini masih sesuai dengan ketentuan undang-undang, sehingga koperasi tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” ujarnya.

    Ia juga menekankan kewajiban pelaporan hasil RAT melalui sistem digital kementerian serta pentingnya audit bagi koperasi dengan aset tertentu.

    Laman: 1 2 3

  • Menabung dari Masa Lalu, Sejahtera di Masa Depan

    Menabung dari Masa Lalu, Sejahtera di Masa Depan

    infopertama.com – KSP CU Florette (yang berarti “berkembang terus”) hadir melayani para anggotanya di pedalaman Manggarai, yang sebagian besar hidup sebagai petani. Dengan spirit dasar florette, lembaga ini berkomitmen memajukan anggota, baik dari segi sosial maupun ekonomi, serta membangun dan merawat kohesi sosial anggota secara berkelanjutan.

    Menariknya, koperasi ini tidak hanya menyediakan layanan simpanan dan pinjaman, tetapi juga berupaya menghidupkan kembali kebiasaan lama masyarakat Manggarai: menabung demi kehidupan yang lebih baik, hari ini dan di masa depan.

    Sabtu, 11 April 2026, kami melakukan lejong bersama anggota di Kampung Sekok, Kecamatan Lelak. Dalam perjalanan itu, kami—Rian (manajer), Feri (staf), Rikard (sekretaris pengurus), dan Ican (staf)—menyusuri jalan menuju Sekok dengan sebuah Hilux hitam yang dikemudikan oleh Ican.

    Perjalanan sungguh melelahkan. Jalan sempit, sebagian beraspal namun rusak di beberapa titik. Tanjakan curam dengan tikungan tajam berbentuk huruf V menuntut kehati-hatian ekstra. Namun, kelelahan itu terobati oleh hijaunya pepohonan dan udara yang sejuk sepanjang perjalanan.

    Beberapa kampung kami lewati, antara lain Kampung Pelus, Urang, dan Gonggong. Di setiap kampung, tampak papan kecil bertuliskan “Tempat Layanan Anggota KSP CU Florette.” Papan-papan sederhana itu menjadi tanda bahwa Florette hadir, hidup, dan melayani di tengah masyarakat.

    Setibanya di Kampung Sekok, peran koordinator TP sangat terasa. Alo, koordinator TP di Kampung Sekok, telah mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh dedikasi demi terselenggaranya kegiatan lejong dan pendidikan anggota.

    Mendung dan hujan yang turun tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap hadir bersama anggota di Rumah Gendang Sekok. Cuaca yang tampak kurang bersahabat kami terima sebagai bagian dari perjalanan—sebuah tantangan yang justru menguatkan semangat untuk terus berkembang.

    Saat melintasi Jembatan Wae Tesem, kami diingatkan bahwa Florette adalah jembatan bagi para anggotanya—jembatan menuju “seberang”, tempat kesejahteraan menanti.

    Kelelahan fisik seolah sirna ketika mobil memasuki halaman Gendang Sekok. Kami disambut hangat oleh anggota yang telah lama menunggu. Wajah-wajah penuh senyum dari ibu-ibu menyapa kedatangan kami, sementara hanya sekitar lima orang pria anggota yang hadir saat itu. Anak-anak pun ikut menyambut dengan penuh keceriaan. Mereka adalah masa depan Florette.

    Laman: 1 2 3

  • Resmi Diluncurkan Bupati Manggarai, Beras Premium Molas Manggarai Siap Bersaing di Pasaran

    Resmi Diluncurkan Bupati Manggarai, Beras Premium Molas Manggarai Siap Bersaing di Pasaran

    Ruteng, infopertama.com – Produk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Paka, Satar Mese, Lonto Leok secara resmi diluncurkan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, Rabu, 8 April 2026.

    Peluncuran ini menandakan “Molas Manggarai” siap bersaing di pasaran lokal Manggarai.

    Pada peluncuran Beras Premium Molas Manggarai, Bupati Manggarai didampingi Plt Sekda Manggarai Lambertus Paput dan dihadiri pimpinan OPD, Pimpinan BUMN-BUMD, Pimpinan LSM, Pimpinan P3MD, Kepala Desa se kecamatan Satar Mese, Pengurus BUMDesa Lonto Leok, KPB Demplot Cecer Mese, Fasilitator TEKAD, PPL Pertanian, tokoh masyarakat dan stake holder lainnya.

    “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kita sama-sama meluncurkan Beras Premium Molas Manggarai dengan harapan produksi beras premium molas manggarai dapat dilakukan secara kontiniu dalam semangat kemitraan,” ujar Bupati Manggarai Hery GL Nabit dalam acara Peluncuran Beras Premium Molas Manggarai yang berlangsung di Rumah Produksi Desa Paka.

    Bupati Manggarai, Herybertus Nabit mengarahkan Bumdesa Lonto Leok Paka agar merawat dan meningkatkan kemitraan “Molas Manggarai” agar lebih bagus lagi. Semoga, sesuai namanya, Molas Manggarai mampu memberikan gambaran kualitas beras premium dan terus dirawat produktivitasnya secara berkelanjutan.

    “Karena itu saya berharap BUMDesa Lonto Leok terus meningkatkan kualitas manajemen dan desa-desa penyangga ikut kontrol dan mendukung dengan menyediakan bahan baku gabah.”

    Direktur BUMDesa Lonto Leok Paka Satar Mese dalam sambutannya menjelaskan Beras Premium Molas Manggarai merupakan branding Produk Beras Premium yang diproduksi Demplot dan RITD binaan TEKAD Manggarai bekerjasama dengan BUMDESA Lonto Leok Paka Satar Mese Kabupaten Manggarai.

    Laman: 1 2 3

  • Jadi Entitas Tunggal, Danantara Mencaplok 3 Perusahaan Manajemen aset BUMN

    Jadi Entitas Tunggal, Danantara Mencaplok 3 Perusahaan Manajemen aset BUMN

    Jakarta, infopertama.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, sovereign wealth fund milik pemerintah Indonesia, akan mengambil alih tiga perusahaan manajemen aset milik tiga bank nasional.

    Ketiga perusahaan tersebut adalah PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), dan PT BNI Aset Management (BNI AM).

    Masing-masing induk usaha dari ketiga entitas itu, menyampaikan akuisisi yang dilakukan oleh PT Danantara Asset Management itu bertujuan menciptakan perusahaan manajemen aset dengan daya saing yang kuat.

    “Transaksi afiliasi ini diharapkan akan meningkatkan potensi sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan optimal,” jelas induk usaha BRI MI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Adapun nilai total akuisisi dari ketiga perusahaan manajemen aset tersebut yaitu sebesar Rp2,3 triliun. Dengan rincian BRI MI Rp975 miliar, MMI Rp1,02 triliun, dan BNI AM Rp359,6 miliar.

    Danantara Asset Management telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) untuk menjadi pemegang saham mayoritas di 3 perusahaan tersebut, pada 1 April 2026.

    Laporan Bloomberg menyebut akuisisi itu sejalan dengan rencana Danantara menggabungkan bisnis (merger) 3 perusahaan manajemen aset pelat merah ini, menjadi satu entitas tunggal dengan “daya saing yang kuat” di dalam negeri dan regional.

    Namun belum ada konfirmasi resmi dari Danantara terkait rencana penggabungan usaha tersebut.

  • Dari Tanah Kering, Tumbuh Harapan Baru di Tado

    Dari Tanah Kering, Tumbuh Harapan Baru di Tado

    infopertama.com – Di Kampung Tado, Desa Tado, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, panas bukan sekadar cuaca—ia adalah kenyataan sehari-hari. Dengan curah hujan yang hanya berlangsung sekitar enam bulan dalam setahun dan sangat bergantung pada kondisi cuaca dari Pulau Sumba, air menjadi sesuatu yang tak selalu bisa diandalkan.

    Kondisi lahannya didominasi tanah berbatu dengan topografi agak miring. Saat musim hujan, daya resap air tergolong baik sehingga tanah tidak mengalami kejenuhan yang berisiko merusak akar tanaman, termasuk sorgum. Di sisi lain, lahan yang terbuka memungkinkan sinar matahari masuk secara optimal, mendukung pertumbuhan tanaman di tengah keterbatasan air.

    Suhu udara dapat mencapai 30 derajat Celsius, mempercepat hilangnya air dari permukaan tanah. Dalam kondisi seperti ini, bertani sering kali lebih dekat pada ketidakpastian.

    Bagi Eginius Dahat (58), situasi itu sudah lama ia jalani. Ia tidak memiliki sawah dan harus membeli beras setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara itu, lahan seluas satu hektar miliknya sempat dibiarkan kosong—kering dan dianggap tidak produktif.

    Kondisi ini juga mencerminkan situasi yang lebih luas di Manggarai.

    Data produksi beras dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang tidak sepenuhnya stabil. Pada 2018, produksi beras tercatat sebesar 58.086 ton. Angka ini kemudian menurun menjadi 53.626 ton pada 2019, dan relatif stagnan di kisaran 53.811 ton pada 2020. Sempat meningkat pada 2021 hingga 56.484 ton, produksi kembali menurun pada 2022 menjadi 51.755 ton, bahkan turun tajam pada 2023 ke angka 46.611 ton—terendah dalam periode tersebut.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • LKPJ 2025, Bupati Hery Nabit Paparkan Capaian IKM; Laju Pertumbuhan Ekonomi hingga Inflasi

    LKPJ 2025, Bupati Hery Nabit Paparkan Capaian IKM; Laju Pertumbuhan Ekonomi hingga Inflasi

    Ruteng, infopertama.com – Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dalam pidato pengantar LKPJ 2025 menjabarkan capaian kinerja Indikator Kinerja Makro Ekonomi pemerintah kabupaten Manggarai tahun 2025.

    Pidato pengantar itu disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dalam sidang Paripurna, masa sidang II tahun sidang 2024-2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Manggarai, Jumat, 28 Maret 2026.

    1. Laju Pertumbuhan Ekonomi

    Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai tahun 2025 sebesar 5,09%. Angka ini, kata Bupati Hery menunjukan tren peningkatan sejak tahun 2020 yaitu 0,89% pada tahun 2020, 2,43% pada tahun 2021, 2,85 % pada tahun 2022, 3,79% pada tahun 2023, 3,93 pada tahun 2024 dan 5,09% pada tahun 2025.

    Apabila dibandingkan dengan Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur, Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Manggarai berada di bawah Kabupaten Manggarai Barat sebesar 5,82% dan di atas Kabupaten Manggarai Timur sebesar 4,75%.

    Ia menjelaskan, sektor yang memberikan kontribusi tertinggi dalam pembentukan PDRB atas harga berlaku Kabupaten Manggarai Tahun 2025 adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,16 % disusul sektor konstruki sebesar 13, 09%, sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,26% dan sector komunikasi dan informasi sebesar 10,21%.

    2. Persentase Penduduk Miskin

    Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Manggarai Tahun 2025 adalah 18,10% atau sekitar 65.810 jiwa dari total jumlah penduduk 340.153 jiwa.

    “Angka ini menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2020 sampai dengan 2025 yaitu 20,24% pada tahun 2020, 20,48% pada Tahun 2021, 19,84% pada Tahun 2022, 19,69 pada tahun 2023 dan 19,01% pada tahun 2024.” Ujar Bupati Herybertus Nabit, Jumat.

    Laman: 1 2 3

  • Realisasi Pendapatan Daerah Manggarai 2025 Capai 95,26%, Berikut Rinciannya

    Realisasi Pendapatan Daerah Manggarai 2025 Capai 95,26%, Berikut Rinciannya

    Ruteng, infopertama.com – Sepanjang tahun 2025, Realisasi pendapatan Daerah kabupaten Manggarai berada di angka 95,26 Persen atau 1,213 triliun dari target 1,274 triliun.

    Pencapain ini disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dalam sidang paripurna, masa sidang II tahun sidang 2024-2026 di RSU DPRD Manggarai, Jumat, 27 Maret 2026.

    Dalam pidato pengantar LKPJ tahun 2025 ini, bupati Herybertus menjelaskan kapasitas dan struktur Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2025, dalam rangka menopang terselenggaranya kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan public pada tahun 2025.

    Tiga komponen utama dalam pengelolaan keuangan daerah bersumber dari Pendapatan Daerah, Pendapatan Transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

    Pendapatan Daerah

    Pendapatan Daerah Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp1.274.043.867.398,- dengan realisasi sebesar Rp1.213.722.283.495,12 atau mencapai 95,26%.

    Angka tersebut, jelas Bupati Manggarai dengan rincian PAD yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain PAD yang sah.

    Kemudian, untuk pendapatan transfer merupakan pendapatan yang berasal dari entitas pelaporan lain, seperti pemerintah pusat atau daerah otonom lain dalam rangka perimbangan keuangan.

    Demikian Herybertus Nabit, bahwa PAD Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp147.764.184.380,- dengan realisasi sebesar Rp132.000.749.235,47 atau mencapai 89,33%.

    Komponen ini memberikan kontribusi 10,88% terhadap pendapatan daerah, dengan rincian sebagai berikut:

    Laman: 1 2 3

  • Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa

    Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa

    Jakarta, infopertama.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan koperasi sebagai “soko guru” atau tiang utama perekonomian nasional. Hal ini disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Ifthar Jama’i Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jakarta, Minggu (15/3).

    Dalam sambutannya, Menkop mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah sedang melakukan percepatan transformasi ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

    Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan giat ekonomi lokal dan partisipasi masyarakat yang selama 30 tahun terakhir tergerus oleh arus liberalisasi ekonomi.

    Menkop memaparkan bahwa Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 83.000 akte badan hukum telah diterbitkan di seluruh Indonesia.

    Selain legalitas, pemerintah juga fokus pada pembangunan fisik melalui Inpres Nomor 17 Tahun 2025. Targetnya, pembangunan 32.000 unit fisik koperasi yang mencakup gudang, gerai, dan alat kelengkapan akan rampung dalam dua bulan ke depan.

    Dalam proses persiapannya, Menkop menemukan ribuan desa yang ternyata belum memiliki akses listrik dan internet yang memadai. Terkait hal ini, Kemenkop aktif berkoordinasi dengan PLN untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala kecil serta bekerja sama dengan Kominfo dan Telkom untuk digitalisasi koperasi di daerah terpencil.

    Laman: 1 2

  • Pemprov NTT Cairkan 96,4 M tuk THR ASN Sesuai Ketentuan

    Pemprov NTT Cairkan 96,4 M tuk THR ASN Sesuai Ketentuan

    Kupang, infopertama.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (13/3/2026) kemarin telah mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT sesuai dengan aturan pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Benhard Menoh, Sabtu (14/3).

    Benhard Menoh menjelaskan, pasca terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang menjadi landasan hukum dalam pembayaran THR dan gaji ke 13 bagi ASN, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menginstruksikan untuk segera mencairkan THR ASN sebelum memasuki waktu libur dan cuti bersama. Atas instruksi tersebut, Badan Keuangan Provinsi NTT pun telah melakukan proses penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah.

    “Sesuai regulasi dari pusat dan instruksi dari Bapak Gubernur NTT, THR ASN Pemprov NTT telah dicairkan pada Jumat (13/3) kemarin sebelum libur dan cuti bersama hari raya Idul Fitri,” ungkap Beni sapaan akrabnya.

    Adapun jumlah pembayaran THR yang disiapkan oleh Pemprov NTT yaitu sebesar Rp96,4 miliar.

    Sebelumnya, pada Selasa (3/3) lalu, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto telah mengumumkan pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk THR ASN 2026. Dimana anggaran tahun ini meningkat 10 persen dari tahun 2025 (Rp49,4 triliun). Dana ini akan diberikan kepada 10,5 juta ASN, termasuk PNS, CPNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI/Polri, dan pensiunan.

    Laman: 1 2

  • KSP KOPKARDIOS Dorong Orang Muda Berkoperasi, Wirausaha Berkembang di Manggarai Raya

    KSP KOPKARDIOS Dorong Orang Muda Berkoperasi, Wirausaha Berkembang di Manggarai Raya

    Ruteng, infopertama.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) KOPDIT KOPKARDIOS kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memberdayakan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan. Pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 10.00–12.30 WITA, lembaga koperasi berbasis Gereja yang berpusat di Ruteng ini menggelar konferensi pers di Meeting Room lantai 3 Kantor Pusat KOPKARDIOS, menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXVI.

    Konferensi pers bertema “Orang Muda Berkoperasi, Wirausaha Berkembang” ini mengangkat filosofi dasar KOPKARDIOS, yaitu pepatah Manggarai “Ca Weras Pande Beka, Ca Mongko Pande Do”, yang menjadi landasan sejarah dan operasional koperasi sejak berdiri hingga kini. Filosofi ini menekankan semangat gotong royong, kerja keras, dan keberlanjutan dalam membangun kesejahteraan bersama.

    Acara dipimpin oleh Ketua Panitia RAT XXVI, Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil., M.Th., dengan dukungan penuh jajaran pengurus dan badan pengawas KOPKARDIOS.

    Dalam sambutannya, Ketua Panitia Kanisius Teobaldus Deki menekankan peran generasi muda sebagai estafet pembangunan koperasi. “Orang muda menjadi estafet. KOPKARDIOS terus berkembang demi kehidupan masyarakat. Ketika anggota berwirausaha berhasil, ada benefit bagi lembaga, yang kemudian memungkinkan ekspansi dan kemajuan lebih lanjut,” ujarnya.

    KOPKARDIOS saat ini memiliki 19.113 anggota yang tersebar di 9 titik pelayanan utama di wilayah Manggarai Raya, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Lembaga ini terus memperluas jangkauan melalui berbagai unit dan Titik Pelayanan Koperasi (TPK), dengan fokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Laman: 1 2 3