Dalam suasana alam yang asri tersebut, Yayasan Ayo Indonesia dengan dukungan pendanaan dari Missionprokur SVD Steinhausen Swiss memfasilitasi kegiatan belajar bisnis bagi orang muda. Peserta berasal dari Kampung Nao, Desa Golo Lambo, Kecamatan Satar Mese, Kampung Kalo, Desa Lentang, Kecamatan Lelak, serta seorang mahasiswi Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian bernama Ayu Gandut yang sedang menjalani magang di Yayasan Ayo Indonesia. Sebanyak sembilan orang muda mengikuti kegiatan ini.
Sebagian besar peserta telah memulai usaha sayuran di kampung masing-masing. Namun mereka merasa masih membutuhkan penguatan mental usaha, pengembangan wawasan bisnis, serta kemampuan membangun relasi pasar agar usaha yang dirintis dapat bertahan dan berkembang.
Kegiatan ini menggunakan pendekatan “lejong”, yakni belajar sambil berbagi pengalaman hidup dan usaha secara santai dan terbuka. Seluruh cerita dan refleksi dalam tulisan ini merupakan hasil percakapan langsung di rumah dan tempat usaha milik Noldi.
Pada awal kegiatan, Rikhardus Roden, staf Yayasan Ayo Indonesia, menjelaskan kepada Noldi bahwa peserta yang datang merupakan anak-anak muda yang sedang merintis usaha di kampung mereka masing-masing. Mereka ingin belajar membangun mental kewirausahaan agar mampu bertahan dan berkembang tanpa harus berpikir merantau ke luar daerah.
“Orang muda perlu melihat contoh nyata bahwa usaha bisa dibangun dari kampung sendiri. Karena itu mereka datang belajar langsung dari pengalaman hidup Pak Noldi,” ujar Rikhardus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan