Ruteng, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar konsultasi bermakna atau pre Free Prior Informed Consent (Pre-FPIC) terkait rencana pembangunan akses jalan, jalur pipa, dan kantor lapangan sementara proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 berkapasitas 20 Megawatt (MW) di Gendang Gonggor, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mengedepankan pendekatan sosial, dialog terbuka, serta pelibatan masyarakat sebelum pelaksanaan proyek pengembangan energi panas bumi dilakukan.
Dalam konsultasi itu, PLN memaparkan rencana pembangunan proyek, potensi dampak yang mungkin muncul, hingga langkah-langkah mitigasi yang akan diterapkan selama proses konstruksi berlangsung.
Warga Gendang Gonggor, Marselin, mengatakan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami secara langsung rencana proyek sekaligus membangun komunikasi yang baik bersama PLN.
“Kegiatan ini memberikan informasi tentang kerja sama antara masyarakat dengan proyek, di mana pihak PLN menjelaskan dampak-dampak saat proyek berjalan. Selama ini kami memang merindukan jalan ini supaya cepat diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat memahami sejumlah kendala yang sebelumnya menyebabkan pembangunan sempat tertunda dan berharap proyek dapat segera berjalan sesuai rencana.
“Kemungkinan dimulai Juli, jadi kami merasa sangat bersyukur proyek ini bisa berjalan. Harapan ke depannya kerja sama PLN dengan masyarakat tetap berjalan baik,” tambahnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan