Cepat, Lugas dan Berimbang

Mengelaborasi Konsep Penciptaan Alam Semesta Versi Kitab Suci Versus Teori Evolusi

Evolusi menjelaskan segi biologis dari kosmis yang dapat diukur, diteliti, dan diperiksa. Sedangkan, penciptaan oleh Allah perihal sesuatu yang dianggap oleh ilmu pengetahuan sebagai “kebetulan”. Kebetulan di sini sebenarnya ialah keengganan para ilmuwan evolusi awal yang tidak berani mengakui adanya Tuhan dalam proses evolusi sebagai pencipta [proses evolusi yang sebabnya belum diketahui] causa prima. Perkembangan filsafat abad modern mulai mengarahkan pemahaman akan adanya Allah sebagai sebab pertama yang tidak disebabkan oleh sebab lain, tetapi punya arti dalam dirinya sendiri.

Gagasan ini sedikit membuka wawasan untuk menyertakan Allah dalam pemahaman ilmu pengetahuan mengenai teori evolusi. Dengan kebuntutan ilmu pengetahuan ini maka sebab yang tidak diketahui itu dapat disimpulkan dalam terang iman sebagai Allah creatio ex nihilo.
Ilmu pengetahuan dan agama dapat dikaitkan sebagaimana dalam diri manusia sendiri adanya akal budi dan iman, masing-masing bisa otonom tetapi tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Ilmu pengetahuan membantu mempertegas penegetahuan dalam agama dan agama menolong keterbatasan ilmu pengetahuan untuk menerangkannya dalam terang iman.

Jadi, sejauh mana pun perkembangan ilmu pengetahuan dengan berbagai teorinya tidak boleh pernah mengabaikan peran agama dalam iman. Keduanya harus saling membuka diri untuk sebuah kemajuan dan perkembangan sebagai bagian dari evolusi mengarah kepada kesempurnaan. Sebab kosmis dan semua yang terkandung di dalamnya ialah ciptaan yang belum sempurna atau jadinya yang terus berovolusi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN