Cepat, Lugas dan Berimbang

Panen Simbolis dengan Combine Harvester Tekan Biaya Operasional hingga 70%

Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Operator Combine Harvester dan Panen Simbolis menggunakan mesin panen modern Combine Harvester di Kampung Nio, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Kegiatan ini menandai babak baru bagi sektor pertanian di Kabupaten Manggarai dengan penggunaan alat panen modern untuk pertama kalinya guna meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, SH, M.Hum, dalam laporannya menyampaikan bahwa penggunaan Combine Harvester merupakan langkah strategis untuk mengatasi tingginya biaya produksi.

Berdasarkan kajian teknis di wilayah Reok Barat, biaya panen manual secara tradisional untuk satu hektar sawah bisa mencapai Rp15 juta dengan kebutuhan tenaga kerja minimal 20 orang selama berhari-hari.

“Dengan menggunakan Combine Harvester, biaya operasional panen dapat ditekan secara drastis hingga ke angka Rp3,5 juta per hektar. Ini merupakan penghematan yang sangat luar biasa, mencapai 70% dari biaya panen saja,” jelas Ferdinandus Ampur dalam sambutannya.

Beliau menambahkan bahwa efisiensi ini secara otomatis akan meningkatkan produktivitas karena keuntungan petani menjadi lebih besar meskipun hasil panen tetap atau meningkat.

Selain agenda panen simbolis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan operator Combine Harvester bagi masyarakat lokal. Alat pertanian ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian tahun 2025.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN