Pengajuan teori evolusi hingga diterima di dalam gereja ialah perjuangan oleh seorang imam Yesuit sarjana geologi dan paleontologi, Teilhard de Chardin (1881-1955). Titik temu antara penciptaan kosmos pandangan Kitab Suci dan teori evolusi terletak pada sebuah pertanyaan refleksi kritis Franz Dähler, “Bagaimana terjadinya hidup?”. Lebih lanjut tandas dia, hidup harus selalu berasal dari sesuatu yang hidup pula.
Pernyataan ini mendamaikan teori evolusi Darwinisme yang mengabaikan (pokok spiritual) arah dan akal dalam evolusi dengan teori evolusi modern [Teilhard de Chardin, R. Wesson, Hans Jonas, dkk.] yang lebih menyadari akan adanya causa prima, berkaitan dengan paham Tuhan sebagai sumber transenden evolusi. Penyimpulan ini lahir dari pandangan bahwa faktor utama evolusi adalah perkembangan kesadaran akan konsep “kebetulan”, bahwa faktor mutasi dan seleksi tidak mencukupi dalam proses evolusi. Artinya jauh lebih mendalam, mengarah pada makna tertentu yang tidak bisa dikenal.
Dähler, menyimpulkan bahwa peciptaan dan evolusi adalah sama. Kata “penciptaan” lebih menojolkan kreatif dan sumbernya, kata “evolusi” lebih menonjolkan perkembangan berangsur-angsur dari sesuatu yang sederhana menuju struktur yang lebih kompleks. Jadi tidak ada hal yang kontradiksi antara penciptaan versi Kitab Suci dan teori evolusi.
Kesimpulan
Sebagaimana disimpulkan pada bagian akhir pembahasan ini sebenarnya tidak ada kontradiksi antara penciptaan dalam Kitab Suci dan teori evolusi. Evolusi bukanlah suatu proses yang terjadi begitu saja tanpa causa dan daya orientasi. Teilhard adalah sosok yang pemberani dan dengan cerdas menyadari inti dari dinamika evolusi. Manusia dan alam semesta tidak hanya mengalami evolusi karena seleksi dan mutasi. Tetapi ada konsentrasi terdalam bagi kecenderungan makhluk dan benda di seluruh alam semesta ini untuk berubah ke arah kesempurnaan. Jadi, ajaran Gereja diterima kedalam teori ini ialah pada pokok persoalan mengenai jiwa yang menghidupi alam semesta. Pertanyaan ini yang kemudian mengarah kepada yang transenden yakni Allah sebagai creatio superna dan evolusi alam semesta sebagai summa cum laude kepada Allah Pencipta.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




