Jadi teori ini berasumsi bahwa sebelum Big Bang semua materi dalam sisitem tata surya dan semua benda di angkasa itu semualanya bersatu. Sebagaimana diuraikan Dahler pada waktu itu bumi yang terbentuk sama-sama dengan matahari dan planet-planetnya, mulanya sangat panas dan tidak punya atmosfer. Kemudian bumi mulai mendingin, atom-atom, molekul-molekul bergabung dan membentuk materi baru sehingga terjadi unsur-unsur mulai dari hidrogen sampai uranium. Terbentuknya macam-macam batuan, air dari penggabungan antara hidrogen dan oksigen, mulai terbentuk pula atmosfer dan kemudian melalui beberapa proses lagi hingga terbukalah jalan bagi kehidupan kita (biosfer). Semua proses evolusi ini terjadi secara alamiah beribu-ribu tahun lamanya hingga sampai kepada tahap di mana terbentuknya bumi.
Selain evolusi kosmos ilmu pengetahuan juga menguraikan evolusi manusia yang dipelopori Carles Darwin (1809-1882) pada tahun 1859 dalam karyanya yang kemudian gencar dibicarakan: The origin of species (Joseph V. Kopp, 1983: 11). Penyelidikan evolusi manusia patut dilakukan secara hati-hati oleh para ilmuwan. Mereka harus mencari bukti-bukti penopang yang kuat dan masuk akal agar bisa diterima secara ilmiah. Darwin, atau pun semua penggagas ilmu teori evolusi memulai tesis mereka dengan dasar penelitian atas temuan fosil-fosil purba yang menyerupai manusia.
Tahun 1856, Darwin menemukan fosil pertama di lembah Neandertal di Jerman, oleh karena itu disebut manusia Neanddertal. Fosil ini diperkirakan hidup antara 220.000 tahun sampai 27.000 tahun yang lalu dengan tinggi mencapai 160 cm (Frans Dahler, 2015: 6). Penemuan Darwin ini banyak diragukan oleh para ilmuwan lain yang juga membentengi agama untuk menolak teori Darwin ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




