Cepat, Lugas dan Berimbang

Densus 88 Ingatkan Bahaya Radikalisme Digital, 240 Anak di Manggarai Diberi Pemahaman

Ruteng, infopertama.com – Upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme (IRET) terus dilakukan oleh Tim Cegah Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri. Kali ini, sasaran mereka adalah anak-anak dan remaja yang dinilai rentan menjadi target perekrutan kelompok radikal melalui ruang digital.

Pada Rabu, 7 Mei 2026, Tim Cegah Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri memberikan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya IRET kepada 240 anak dari 24 desa di Kabupaten Manggarai. Para peserta berasal dari Kecamatan Ruteng, Rahong Utara dan Cibal, dengan mayoritas merupakan pelajar SMP dan SMA.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Spiritualitas Efata Santo Aloysius Ruteng dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar sejak 6 hingga 8 Mei 2026.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manggarai dengan Wahana Visi Indonesia, lembaga non pemerintah yang fokus pada advokasi dan perlindungan hak anak.

Hadir sebagai pemateri dari Densus 88, Iptu Silvester Guntur. Dalam pemaparannya, ia langsung membuka diskusi dengan pertanyaan yang memancing perhatian peserta.

“Mungkin ada yang bertanya, ada urusan apa Densus 88 dengan anak-anak?” kata Silvester di hadapan ratusan peserta.

Ia menjelaskan, pola pergerakan kelompok radikal dan terorisme kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya perekrutan dilakukan secara langsung, kini pendekatan dilakukan secara masif melalui media digital dan permainan daring.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN