PEKAN BIASA XIII
Kamis, 30 Juni 2022
Bacaan: Amos 7: 10-17; Matius 9: 1-8
Nabi Amos bernubuat tentang Raja Yerobeam di Betel, suatu tempat kudus seorang Raja. Isi nubuat berkaitan dengan Raja Yerobeam. Inilah kata-kata nubuat Amos di depan Amazia, seorang imam di Betel: “Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan”. Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: “Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah juga di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab Betel adalah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan” (Am 7: 11-13).
Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi, dan bukan pula termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba; Tuhan bersabda kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. .. Maka beginilah sabda Tuhan: “Istrimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang … Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan” (Am 7: 14-15.17).
Dalam kisah ini, nabi Amos tahu diri. Meskipun dalam kenyataannya ia nabi, namun dengan terus terang ia berkata: ‘Aku hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.’ Ia adalah penggembala kambing domba, suatu pekerjaan yang amat biasa, dan barangkali tidak diperhitungkan oleh manusia. Ia tahu bahwa nabi itu adalah panggilan Tuhan. Tetapi kehidupan dan pekerjaan dia sendiri bukanlah apa-apa. Ia bukan siapa-siapa. Ia hanya seorang penjaga ternak dan makanannya juga hanya buah ara hutan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




