Cepat, Lugas dan Berimbang

Panggilan Tuhan Dapat Terarah Kepada Siapa Saja

Panggilan Tuhan Tertuju Juga Kepada Orang Biasa

Seperti Amos, kita bukanlah orang-orang hebat dan luar biasa. Satu dua orang tentu ada yang hebat, memiliki talenta dan bakat yang luar biasa, mempunyai kapasitas dan kemampuan yang lebih tinggi serta kepintaran dan prestasi akademik yang mengagumkan. Kita bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada orang-orang seperti itu.

Akan tetapi, banyak dari kita memiliki hidup yang biasa-biasa saja. Kita memiliki latar belakang hidup yang sederhana. Pekerjaan kita sering tidak diperhitungkan. Penghasilan kita pas-pasan saja. Namun Tuhan pasti tidak mengabaikan kita. Tuhan bisa memanggil kita dari kesederhanaan kita untuk suatu misi-Nya yang khusus. Dari diri dan hidup kita, pasti ada hal-hal yang unik dan istimewa yang tidak ada pada orang lain. Keunikan, kekhasan dan keistimewaan pada kita pasti hanya ada pada kita dan tidak ada pada oran lain.

Semua keunikan, kekhasan dan kestimewaan pada setiap orang adalah anugerah pemberian Tuhan. Dengan keunikan, kekhasan dan keistimewaan itulah, Tuhan memanggil kita untuk menjalankan misi yang Tuhan rencanakan dan tetapkan bagi kita dalam hidup bersama.

Dalam bingkai pemahaman ini, kita memang bukan nabi seperti Amos. Kita juga bukan orang hebat-hebat. Namun setiap kita dapat dipanggil, dipilih dan dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan rencana dan kehendak-Nya bagi siapa saja. Apa yang kita sampaikan bisa saja merupakan rencana dan kehendak Tuhan yang nadanya ‘keras dan mengancam.’ Yang paling penting bukan rencana dan kehendak kita sendiri yang kita wartakan atau kita sampaikan, tetapi sabda Tuhan, rencana dan kehendak-Nya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN