Bukankah publik Tanah Air masih sekian surplus dengan pemilih emosional ketimbang pada tatanan rasional? Yang masih berpautan dengan rasa kasihan, rasa keluarga, rasa masih ada pertalian kekerabatan, atau rasa senasib dan sepenanggungan?
Bagaimanapun, pesta demokrasi sekelas Pilpres, misalnya, bukanlah ajang berbelarasa murah meriah. Malingering dan kembarannya playing victim mesti dihadapi dengan cahaya akal sehat. Toh, yang terutama adalah visi dan orientasi kebangsaanlah yang jadi pijakan utama.
Akhirnya, calon pemimpin yang kokoh tentu miliki sikap berbelarasa pada nasib rakyat dan kepentingan bangsa, bukan sebaliknya! Ini berbeda pdengan geliat calon pemimpin dalam koridor malingering politik dan playing victim yang justru berulah dengan tebarkan perangkap demi menjaring simpati publik….
Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro
Roma
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



