Skenario pembunuhan kemudian diungkap oleh tersangka Bharada E. Meski awalnya dia mengaku menembak Brigadir J untuk membela diri, tapi pada akhirnya ia mencabut pengakuan tersebut dan mengakui bahwa penembakan yang dilakukannya atas perintah atasan yang tidak lain FS.
Dalam perjalanannya Timsus terus berusaha membongkar skenario dan motif pembunuhan terhadap Brigadir J. Timsus kemudian menempatkan 25 personil yang diduga terlibat pada tempat khusus di Mako Brimob. Bahkan, hasil penyidikan Timsus dan Irsus dalam konferensi pers 9 Agustus, personil yang ditahan bertambah menjadi 31 orang.
Terkait skenario pembunuhan Brigadir J, pada dasarnya dapat kita cermati dari pengakuan-pengakuan dari para pihak yang berkaitan langsung ataupun menyaksikan peristiwa tragis tersebut. Lihatlah pengakuan awal Bharada E. Simak pula pengakuan istri FS soal pelecehan. Simak pula pernyataan FS dalam jumpa pers sebelum ditahan di Mako Brimob. Semua pengakuan tersebut sepertinya sudah diskenariokan sebelumnya.
Terkait motif, memang hingga kini belum menemui titik terang. Timsus mengatakan motif pembunuhan terhadap Brigadir J masih dalam proses penyidikan. Kalau kita kembali pada pengakuan awal maka motif pembunuhan adalah pelecehan. Tetapi, setelah dilakukan pendalaman oleh Timsus motif pelecehan hanyalah motif rekayasa.
Ferdy Sambo Sebagai Kunci

Sejak kematian Brigadir J menyeruak ke publik, berbagai komponen masyarakat dan instansi-instansi negara terkait turun tangan. Gerakan-gerakan masyarakat mulai menyuarakan keadilan atas kematian tragis Brigadir J. Komnas HAM, Kompolnas, LPSK hingga Komnas HAM Perempuan dan Anak; terlibat aktif dalam pengusutan perkara ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan