Mataram, infopertama.com – Langkah nyata memperkuat kemandirian energi bersih sekaligus memangkas ketergantungan pada bahan bakar fosil di Nusa Tenggara Timur (NTT) kian dimatangkan. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur guna mematangkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Oka Ile Ange berkapasitas 2×5 Megawatt (MW), Kamis (24/9/2026).
Proyek strategis di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Oka Ile Ange ini diproyeksikan menjadi penopang utama pasokan listrik hijau yang andal (baseload) di wilayah Flores. Selain membahas skema teknis, pertemuan tersebut memfokuskan pada persiapan sosialisasi komprehensif kepada pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen beserta jajaran, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya, Koordinator Pelayanan dan Bimbingan EBTKE Budi Herdiyanto, Vice President Panas Bumi PT PLN (Persero) Kantor Pusat David Eko Prasetyo, serta jajaran manajemen PLN UIP Nusra dan UPP Nusra 2.
Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, menegaskan bahwa optimalisasi potensi energi hijau di Flores sangat krusial untuk memperkuat ketahanan energi nasional. WKP Oka Ile Ange yang mengantongi potensi besar ini ditargetkan dapat beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2033.
“Pengembangan Oka Ile Ange sebesar 10 MW dengan target COD 2033 harus kita kawal bersama. Ini bagian penting dari program dedieselisasi untuk menghemat devisa negara, mengingat panas bumi merupakan sumber energi baseload yang mampu beroperasi penuh 24 jam,” terang Priatin.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












