Perkuat Ketahanan Energi NTT, PLN dan Pemkab Flores Timur Matangkan Rencana Pembangunan PLTP Oka Ile Ange 10 MW

Pembangunan PLTP Oka Ile Ange
Foto bersama jajaran manajemen PLN UIP Nusra bersama Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen (tengah), dalam agenda koordinasi rencana pengembangan PLTP Oka Ile Ange (2x5 MW) di Kabupaten Flores Timur.

Ia menambahkan, sosialisasi resmi WKP Oka Ile Ange kepada jajaran Pemkab Flores Timur dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama November 2026.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menggarisbawahi pentingnya mitigasi risiko dan kepastian aspek teknis sebelum program disosialisasikan ke masyarakat.

“Kunci utamanya adalah merumuskan potensi dampak lingkungan, keamanan, kondisi geologis, hingga kesiapan teknologi secara komprehensif. Sebelum melangkah ke sosialisasi masyarakat, aspek-aspek mitigasi risiko tersebut harus dipastikan terlebih dahulu,” tegas Antonius.

Merespons arahan Bupati, Koordinator Pelayanan dan Bimbingan EBTKE, Budi Herdiyanto, menjamin seluruh tahapan pengembangan panas bumi mengacu pada standar regulasi yang ketat.

“Pemerintah memastikan setiap proses—mulai dari survei, pengeboran, pembangunan pembangkit, hingga penyaluran daya—dilakukan sesuai tata cara standar keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, keandalan instalasi, hingga peningkatan kapasitas SDM,” papar Budi.

Guna memberikan pemahaman yang mendalam, Assistant Manager Keuangan, Perizinan, Pertanahan, dan Umum PT PLN (Persero) UPP Nusra 2, Augusta Ari Prasetyo, menyatakan kesiapan PLN memfasilitasi ruang diskusi teknis dengan para pakar.

“Kami siap memfasilitasi diskusi teknis Pemkab Flores Timur bersama para ahli di bidang geologi, pengeboran, sumber daya air, maupun lingkungan hidup agar seluruh isu teknis yang menjadi perhatian pemerintah daerah dapat dibahas secara tuntas,” kata Augusta.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel