Bajawa, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menerima kunjungan perwakilan Steyler Bank bersama KfW di kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko FTP-2 (2×10 MW), Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (14/10). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai perkembangan proyek, pengelolaan lingkungan, serta berbagai aspek sosial yang menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur energi panas bumi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Steyler Bank di Flores. Dalam pertemuan bersama PLN dan KfW, sejumlah isu yang berkembang di masyarakat turut dibahas untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai tahapan pembangunan, kajian lingkungan, serta langkah-langkah mitigasi yang disiapkan.
Rangkaian kegiatan diikuti oleh perwakilan Steyler Bank, yakni Jan Merbecks, Samuel Drempetic, Thekla Swart, dan Pater Laurens Woda. Dari KfW hadir Diana Arango bersama konsultan Adi Prasetijo. Sementara itu, PLN diwakili oleh Manager Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 2, Avianda Edwin Fachruddin, dan Kepala Teknik Panas Bumi WKP Mataloko, Adrys A.S. Silaban, bersama perwakilan Divisi Transisi Energi dan Keberlanjutan (DIV TEK), Divisi Manajemen Panas Bumi (DIV MPB), serta dari Divisi PPP PLN Kantor Pusat, dan tim konsultan proyek.
Dalam kegiatan tersebut, PLN memberikan penjelasan mengenai tahapan pengembangan proyek, proses perizinan, kajian lingkungan dan sosial, serta langkah-langkah mitigasi yang disiapkan. Pertemuan juga menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai pertanyaan dan masukan yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait pengelolaan sumber daya air dan keberlanjutan aktivitas pertanian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












