PLN UIP Nusra Terima Kunjungan Steyler Bank dan KfW, Bahas Pengembangan PLTP Mataloko

Pengembangan PLTP Mataloko
Suasana pertemuan antara PLN, KfW, dan perwakilan Steyler Bank di ruang rapat PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/10). Pertemuan tersebut membahas perkembangan pengembangan PLTP Mataloko FTP-2 (2×10 MW), pengelolaan lingkungan dan sosial, serta langkah-langkah mitigasi yang disiapkan dalam pelaksanaan proyek.

Para peserta turut melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik di kawasan PLTP Mataloko, antara lain Wellpad D, sumur MT-4, dan kawasan Geopark. Melalui peninjauan tersebut, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi lapangan serta langkah-langkah pengelolaan dan keselamatan yang menjadi bagian dari persiapan pengembangan proyek.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah pengelolaan sumber daya air yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat sekitar. PLN bersama KfW dan tim konsultan membahas penguatan kajian hidrologi, rencana pemantauan kondisi aliran sungai, serta potensi peningkatan efisiensi sistem irigasi masyarakat sebagai bagian dari upaya pengelolaan dampak lingkungan dan sosial.

Dalam diskusi tersebut, perwakilan KfW menjelaskan pentingnya pelaksanaan kajian Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) secara komprehensif, termasuk kajian hidrologi untuk mengidentifikasi potensi dampak terhadap sumber daya air. KfW juga menekankan pentingnya penyampaian hasil kajian secara terbuka kepada masyarakat serta pelaksanaan konsultasi yang bermakna sebagai bagian dari pemenuhan standar lingkungan dan sosial internasional.

Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya komunikasi yang konstruktif dengan masyarakat. Para peserta menilai bahwa penyampaian informasi yang jelas, berbasis data, serta menghormati perbedaan pandangan merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai pengembangan proyek.

Sebagai tindak lanjut, PLN bersama KfW dan tim konsultan akan terus berkoordinasi dalam penyempurnaan kajian lingkungan dan sosial, penguatan pemantauan sumber daya air, serta pelaksanaan komunikasi dan konsultasi dengan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengembangan PLTP Mataloko yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel