Mataram, infopertama.com – Masyarakat Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei berkapasitas 2×5 megawatt (MW), dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta kehidupan sosial budaya setempat. Dukungan tersebut disampaikan dalam sosialisasi yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Desa Nubahaeraka pada Kamis (15/10).
Melalui forum tersebut, masyarakat berdialog dengan PLN dan pemerintah mengenai tahapan pembangunan, manfaat yang diharapkan, serta potensi dampak dan langkah mitigasinya. Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Bupati Lembata Donatus Boli Ladjar, Ketua DPRD Lembata Syarifudin Sirra beserta anggota DPRD, perwakilan perangkat daerah, Kantor Pertanahan Kabupaten Lembata, Polres Lembata, Koramil 1624/03 Lembata, Camat Atadei Marianus Demoor, para kepala desa se-Kecamatan Atadei, serta jajaran manajemen PLN UIP Nusra.
Melalui kegiatan ini, PLN memberikan penjelasan mengenai rencana pembangunan PLTP Atadei, tahapan persiapan proyek, potensi dampak yang mungkin timbul, serta langkah-langkah mitigasi yang disiapkan. Sosialisasi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, kekhawatiran, dan masukan terkait rencana pengembangan energi panas bumi di wilayah mereka.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan pembangunan PLTP Atadei, termasuk proses pengadaan tanah yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 19 Tahun 2021. Melalui penyampaian informasi secara terbuka, PLN berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai rencana proyek beserta tahapan pelaksanaannya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel










