“Saya mengajak kita semua mengikuti sosialisasi ini secara menyeluruh agar informasi mengenai dampak pembangunan PLTP yang disampaikan hari ini dapat kita dengar bersama. Bapak dan Ibu yang hadir juga dapat menjadi penyambung informasi kepada saudara-saudara kita yang lain,” kata Marianus.
Ia turut mendorong masyarakat memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi, menyampaikan masukan, dan mengklarifikasi informasi yang belum tepat mengenai rencana pembangunan PLTP Atadei.
Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, memaparkan rencana pembangunan PLTP Atadei beserta potensi dampak dan langkah mitigasi yang disiapkan untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin masyarakat memahami apa yang akan dikerjakan, manfaat yang diharapkan, serta potensi dampak dan langkah mitigasinya. Karena itu, melalui sosialisasi ini kami membuka ruang dialog untuk mendengar dan menindaklanjuti pertanyaan, kekhawatiran, maupun saran masyarakat,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, PLN berkomitmen memperhatikan aspek perlindungan lingkungan, keselamatan masyarakat, serta penghormatan terhadap adat dan budaya setempat. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat akan terus dilakukan agar proses persiapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menegaskan bahwa komunikasi terbuka dan pelibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mempersiapkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Menurutnya, pengembangan energi panas bumi perlu disertai penyampaian informasi yang jelas, identifikasi potensi risiko, serta upaya mitigasi yang memperhatikan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









