“Pembangunan PLTP Atadei harus dipersiapkan dengan mengedepankan keterbukaan informasi, keselamatan, dan penghormatan terhadap masyarakat setempat. Kami ingin proses ini berjalan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, sehingga masyarakat memahami tahapan pembangunan, dapat menyampaikan aspirasi, dan mengetahui langkah-langkah yang disiapkan untuk memitigasi potensi dampaknya,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, PLN akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam setiap tahapan persiapan proyek. Dengan demikian, pengembangan energi panas bumi di Atadei diharapkan dapat mendukung kebutuhan listrik sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai sosial budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Di Desa Nubahaeraka, rencana pengembangan PLTP Atadei mencakup titik AT 1 seluas 1,7 hektare dan AT New 1 seluas 2,4 hektare, dengan proses pembebasan lahan yang telah selesai.
Melalui sosialisasi ini, PLN UIP Nusra berharap persiapan pembangunan PLTP Atadei dapat berlangsung dengan dukungan komunikasi yang baik antara PLN, pemerintah, dan masyarakat. Pengembangan energi panas bumi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan bagi Kabupaten Lembata.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









