Tag: PLN

  • PLN UIP Nusra Dorong Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores

    PLN UIP Nusra Dorong Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores

    Ruteng, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mendorong pendekatan budaya dalam proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

    Di tengah proses dialog dan sosialisasi yang terus dilakukan, sejumlah tokoh masyarakat mulai memahami manfaat pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus masa depan daerah.

    Warga Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan aktivitas pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di wilayahnya. Namun, ketika polemik mulai muncul pada 2021, ia terdorong mencari tahu secara langsung mengenai geothermal.

    “Tahun 2022 saya mengikuti kegiatan tabe gendang yang dihadiri teman-teman PLN di Poco Leok. Awalnya saya datang bukan sebagai pendukung ataupun penolak, saya hanya ingin memahami sebenarnya geothermal itu seperti apa,” ujarnya.

    Melalui berbagai dialog dan sosialisasi yang diikutinya, Tadi mulai memahami proses pengembangan geothermal, termasuk upaya PLN dalam menjaga budaya dan ruang hidup masyarakat setempat.

    “Saya akhirnya memahami bahwa pembangunan ini juga berupaya menghormati budaya masyarakat. Karena itu saya mencoba menjelaskan kembali kepada keluarga dan warga lain yang masih ragu,” katanya.

    Hal senada disampaikan Ketua Gendang Desa Wewo, Hendrikus Ampak. Menurutnya, pemahaman masyarakat mulai terbentuk setelah memperoleh penjelasan langsung dari berbagai pihak, termasuk para ahli geothermal.

    Laman: 1 2 3

  • PLN Tegaskan Komitmen ESG melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat

    PLN Tegaskan Komitmen ESG melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat

    Mataram, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar pengelolaan lingkungan berkelanjutan, program penghijauan, hingga berbagai langkah mitigasi risiko ekologis di wilayah proyek.

    Asistant Manager Lingkungan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Nasrulloh, menjelaskan bahwa seluruh proyek ketenagalistrikan yang dijalankan PLN selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan serta dokumen persetujuan lingkungan yang telah disahkan kementerian maupun dinas lingkungan hidup setempat.

    “Penerapan standar lingkungan meliputi pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan air limbah, pengendalian gangguan lingkungan, hingga penghematan penggunaan air dan energi,” jelas Anas.

    Selain itu, PLN juga secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan guna memastikan seluruh aktivitas pembangunan tetap berada dalam baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.

    “Pemantauan ini penting agar setiap proyek tetap mendukung kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan vegetasi di sekitar wilayah pembangunan,” tambahnya.

    Tak hanya berfokus pada pengelolaan dampak lingkungan proyek, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga aktif menjalankan program penghijauan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.

    Pada awal 2025, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama masyarakat dan pihak kehutanan melakukan penanaman 33 ribu pohon jambu mete di Desa Noin Bila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan cakupan area mencapai 50 hektare.

    Laman: 1 2

  • Perkuat Edukasi Geothermal, PLN Gandeng Ahli UGM Jelaskan Fenomena Alam di Flores

    Perkuat Edukasi Geothermal, PLN Gandeng Ahli UGM Jelaskan Fenomena Alam di Flores

    Kupang, infopertama.com – Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemunculan lumpur panas dan uap di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Pulau Flores, ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada, Pri Utami, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan proses alami yang menunjukkan adanya potensi panas bumi di wilayah tersebut.

    Menurut Pri Utami, manifestasi panas bumi tersebut telah ada jauh sebelum aktivitas pengeboran proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi dilakukan.

    “Manifestasi panas bumi merupakan ekspresi alami dari adanya panas di bawah permukaan bumi. Bentuknya bisa berupa mata air panas, kepulan uap, maupun lumpur panas,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, lumpur panas yang muncul di permukaan terbentuk secara alami akibat proses geologi di dalam bumi. Fluida panas dari reservoir yang mendekati permukaan mengalami kondensasi dan berinteraksi dengan lapisan batuan, sehingga memunculkan fenomena lumpur panas.

    Pri Utami menambahkan, manifestasi tersebut memiliki cakupan yang terbatas dan hanya muncul pada titik-titik tertentu, sehingga tidak menyebar luas baik di permukaan maupun di bawah tanah.

    Ia juga meluruskan anggapan yang kerap menyamakan fenomena tersebut dengan kasus Semburan Lumpur Lapindo. Menurutnya, kedua peristiwa tersebut memiliki karakteristik dan skala yang sangat berbeda.

    “Fenomena ini tidak sama dengan lumpur Lapindo yang berasal dari formasi batuan dalam dan menyebar luas,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia memastikan bahwa lumpur yang muncul bukan berasal dari aktivitas pengeboran geothermal. Lumpur pemboran yang digunakan dalam proses eksplorasi dikelola melalui sistem tertutup dan tidak dibuang ke lingkungan sekitar.

    Laman: 1 2

  • Rumah Produksi Sari Temulawak Ulumbu, Cara PLN UIP Nusra Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Sekitar PLTP Ulumbu

    Rumah Produksi Sari Temulawak Ulumbu, Cara PLN UIP Nusra Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Sekitar PLTP Ulumbu

    Ruteng, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat kontribusi sosial melalui program benefit sharing yang menyasar pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah proyek.

    Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan rumah produksi Sari Temulawak Ulumbu bagi Kelompok Wela Sita Werek di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.

    Pembangunan satu unit rumah produksi yang rampung pada Oktober 2025 itu kini telah dimanfaatkan secara aktif oleh kelompok usaha beranggotakan 24 warga setempat untuk mendukung kegiatan produksi minuman herbal berbahan dasar temulawak.

    Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan turut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.

    Ketua Kelompok Wela Sita Werek, Evodia Alut, mengatakan kelompoknya telah menjadi binaan PT PLN (Persero) UIP Nusra sejak 2024.

    Menurut dia, keberadaan rumah produksi menghadirkan perubahan signifikan terhadap aktivitas usaha yang sebelumnya dijalankan secara sederhana dengan keterbatasan fasilitas.

    Sebelumnya, proses produksi dilakukan di dapur rumah pribadi dengan fasilitas terbatas dan kondisi bangunan yang kurang memadai untuk menunjang kegiatan produksi secara optimal.

    Keterbatasan ruang dan fasilitas kerap menjadi tantangan bagi kelompok usaha tersebut dalam meningkatkan kapasitas produksi.

    “Dulu kami produksi di dapur sendiri, tempatnya sempit dan sering bocor kalau hujan. Sekarang kami sudah punya tempat yang layak dan jauh lebih nyaman untuk bekerja,” ujar Evodia.

    Laman: 1 2 3 4

  • Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusra, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

    Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusra, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

    Mataram, infopertama.com – Upaya pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Pulau Flores dan Lembata, terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero). Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan konsultasi Ketua DPRD Provinsi NTT bersama Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Selasa (12/5).

    Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra itu menjadi ruang diskusi bersama untuk memperkuat langkah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus membangun pemahaman publik mengenai proyek geothermal yang tengah dikembangkan di Flores.

    Kunjungan tersebut dihadiri Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT Drs. Obed Naitboho, M.Si, Sekretaris Komisi IV Ana Waha Kolin S.H, anggota Komisi IV Antonius D. Mahemba, S.H dan Simson Polin, S.Sos, beserta jajaran Sekretariat DPRD NTT.

    General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan energi baru terbarukan nasional. Menurut dia, pengembangan geothermal di Flores merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal, bersih, dan berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara.

    “NTT memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan energi bersih nasional. Kami berharap pertemuan ini menjadi ruang diskusi yang konstruktif untuk membahas berbagai langkah yang telah, sedang, dan akan dilakukan PLN dalam pengembangan geothermal di Flores. Sinergi bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar pengembangan energi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rizki.

    Laman: 1 2 3 4

  • PLN UIP Nusra Perkuat Pendekatan Sosial dalam Pengembangan Geothermal di Flores

    PLN UIP Nusra Perkuat Pendekatan Sosial dalam Pengembangan Geothermal di Flores

    Ruteng, infopertama.com – Aspek sosial dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan keterlibatan masyarakat disebut menjadi kunci agar proyek transisi energi dapat berjalan secara berkelanjutan.

    Social Expert PT Connusa, Dennis Goonting, mengatakan bahwa tim sosial memiliki peran untuk memastikan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan proyek geothermal.

    “Tugas kami adalah memastikan kepentingan masyarakat tetap terjaga. Proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan energi bersih, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat,” ujar Dennis.

    Menurut dia, pendekatan yang dilakukan selama ini mengutamakan dialog terbuka dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat. Sosialisasi dan konsultasi publik dilakukan untuk membangun pemahaman bersama antara pengembang dan warga.

    Ia mencontohkan pengalaman pengembangan geothermal di Mataloko. Pada tahap awal, sebagian masyarakat sempat menunjukkan penolakan, namun perlahan mulai menerima setelah tersedia ruang dialog yang lebih terbuka.

    “Ketika masyarakat mulai bersedia berdialog, muncul pemahaman bahwa kehadiran kami justru untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap diperhatikan,” katanya.

    Namun demikian, situasi berbeda ditemui dalam pengembangan geothermal di Ulumbu. Dennis mengakui masih terdapat kelompok masyarakat yang menolak dan belum bersedia terlibat dalam proses komunikasi.

    Laman: 1 2

  • Dukung Penuh Pertumbuhan Ekonomi, PLN Siap Suplai Listrik 27 MVA ke Pabrik Peleburan Baja di Maros

    Dukung Penuh Pertumbuhan Ekonomi, PLN Siap Suplai Listrik 27 MVA ke Pabrik Peleburan Baja di Maros

    infopertama.com – PT PLN (Persero) siap memasok listrik andal untuk pabrik Smelter Feronikel milik PT Sinar Tjokro Steel (STS). Sinergitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan PLN dalam menggerakan ekonomi Sulawesi Selatan.

    Sinergitas tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang dilakukan oleh Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Utara, Martinus Irianto Pasensi dengan Direktur PT STS, Lin Bo disaksikan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, Fermi Trafianto terkait daya listrik yang akan dipasok PLN untuk pabrik peleburan baja sebesar 27 mega volt ampere (MVA) di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

    Dalam kesempatannya, Perwakilan PT STS, Sukianto Tjahyadi turut mengapresiasi atas kesigapan dan kecepatan layanan PLN. “Saya mewakili PT STS mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungan listrik yang akan disalurkan. Kami berharap dengan pasokan listrik PLN ke depannya usaha pabrik baja ini akan berkembang dan kami akan menambah pasokan daya listrik,” ungkap Sukianto.

    Sejalan dengan hal tersebut, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menjelaskan PLN menyambut baik kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk industri smelter. “Industri baja membutuhkan energi listrik yang sangat besar. PLN siap memenuhinya dengan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan harga yang kompetitif,” ujar Edyansyah.

    Laman: 1 2

  • Kolaborasi Strategis PLN dengan BPN untuk Keberlanjutan Infrastruktur Kelistrikan Nasional di NTT

    Kolaborasi Strategis PLN dengan BPN untuk Keberlanjutan Infrastruktur Kelistrikan Nasional di NTT

    Mataram, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas proses perizinan, sertifikasi aset, dan serah terima lahan untuk pembangunan proyek ketenagalistrikan tahun 2026.

    FGD tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kepala Kanwil BPN Provinsi NTT Fransiska Vivi Ganggas beserta jajaran, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra Bruly Victor Tarigan beserta jajaran, serta Kepala Kantor Pertanahan wilayah kerja Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara PLN dan BPN dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara, khususnya pengembangan proyek berbasis energi baru terbarukan (EBT).

    Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bruly Victor Tarigan, mengatakan bahwa aspek pertanahan memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

    “Melalui forum ini, kami ingin menyelaraskan langkah sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan. Target pembangunan tahun 2026 membutuhkan dukungan seluruh pihak, khususnya dalam percepatan layanan pertanahan, kepastian hukum, dan penyelesaian berbagai persoalan lahan,” ujar Bruly.

    Laman: 1 2 3

  • Disuport Pemprov NTT, PLN UIP Nusra Perkuat Komitmen Hadirkan Energi Bersih di Flores

    Disuport Pemprov NTT, PLN UIP Nusra Perkuat Komitmen Hadirkan Energi Bersih di Flores

    Kupang, infopertama.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai pemanfaatan potensi geothermal di Pulau Flores menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan krisis energi global yang hingga kini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

    Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Viktor Manek, S.Sos., M.Si, mengatakan NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, terutama dari sektor panas bumi. Potensi tersebut dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlanjutan pasokan energi di masa depan.

    “NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar,” ujar Viktor.

    Menurut Viktor, pemanfaatan geothermal telah terbukti memberikan manfaat di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Dieng dan Manado. Karena itu, pengembangan panas bumi di Flores perlu dilakukan dengan dukungan teknologi yang memadai, perlindungan lingkungan yang ketat, pelibatan masyarakat, jaminan manfaat bagi warga sekitar, serta dukungan keamanan agar investasi dapat berjalan berkelanjutan.

    Selain itu, Viktor menilai edukasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi faktor penting agar pengembangan geothermal dapat dipahami secara utuh. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan lebih siap mendukung pengembangan energi bersih yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

    Ia juga meluruskan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkait anggapan bahwa geothermal dapat menimbulkan dampak seperti kasus lumpur Lapindo. Menurut Viktor, karakteristik geothermal sangat berbeda, baik dari sisi geologi maupun sistem operasionalnya.

    Laman: 1 2

  • PLN UIP Nusra Tuntaskan Pembayaran Ganti Rugi Tahap II PLTP Ulumbu

    PLN UIP Nusra Tuntaskan Pembayaran Ganti Rugi Tahap II PLTP Ulumbu

    Ruteng, infopertama.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat pengembangan energi baru terbarukan di kawasan timur Indonesia melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sebagai bagian dari percepatan proyek strategis transisi energi nasional tersebut, PLN UIP Nusra bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai melaksanakan pembayaran ganti rugi pembebasan lahan tahap kedua kepada 18 pemilik lahan di Poco Leok, Kecamatan Satar Mese.

    Pembayaran tersebut mencakup lahan untuk pembangunan access road menuju Wellpad J dan Wellpad G, area Wellpad J, serta ruas jalan STA 0+000 hingga STA 7+200 termasuk tikungan akses menuju lokasi pengembangan.

    Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Eduward Meteo Yamasita Tuka, mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat Desa Wewo dalam seluruh tahapan pengadaan tanah sejak proses awal hingga pembayaran ganti rugi dilakukan.

    “Kami mengapresiasi masyarakat Desa Wewo yang telah mendukung pengembangan geothermal Ulumbu. Sejak tahap awal hingga pembayaran ganti rugi, masyarakat terlibat aktif,” ujar Eduward.

    Ia menegaskan, pelaksanaan pengadaan tanah dilakukan dengan mengedepankan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan transparansi, sekaligus memastikan hak-hak masyarakat tetap terlindungi selama proses berlangsung.

    “Proses ini harus menjamin keadilan, kepastian hukum, dan transparansi, serta memastikan masyarakat terdampak tetap dihormati haknya,” tegasnya.

    Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Manggarai, Petrus Caelestinus Masangkat, mengatakan pemerintah daerah terus mengawal proses pengadaan tanah agar seluruh tahapan berjalan lancar dan mengedepankan musyawarah.

    Laman: 1 2 3

  • PLN UIP Nusra Rampungkan Bangun Rumah Adat di Manggarai, Diganjar Status “Ase Kae”

    PLN UIP Nusra Rampungkan Bangun Rumah Adat di Manggarai, Diganjar Status “Ase Kae”

    Ruteng, infopertama.com – Tuntasnya pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menjadi penanda kuat hubungan antara masyarakat adat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperoleh pengakuan kultural berupa penganugerahan status “ase kae” (saudara) dari masyarakat adat setempat.

    Tua Adat Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyebut penganugerahan tersebut sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat adat terhadap kepedulian PLN dalam menjaga warisan budaya lokal.

    “Sekarang kami semua warga gendang menganggap PLN UIP Nusra sebagai ase kae ca bantang, satu bagian dari keluarga besar Gendang Gonggor,” ujar Stefanus

    Ia menjelaskan, kedekatan ini juga tumbuh seiring keterlibatan PLN di wilayah tersebut, termasuk keberadaan lahan untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Poco Leok.

    “Rumah adat Gendang Gonggor hampir 42 tahun tidak pernah diperhatikan. Pembangunan ini bisa terwujud berkat bantuan PLN. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Stefanus.

    Menurutnya, Rumah Adat Gonggor memiliki peran sentral sebagai ruang musyawarah adat, tempat pelaksanaan ritus tradisional, sekaligus simbol identitas budaya bagi generasi mendatang. Dengan rampungnya pembangunan ini, rumah adat kini kembali dapat difungsikan secara layak dan aman sebagai pusat aktivitas sosial budaya masyarakat.

    Laman: 1 2 3

  • Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong

    Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong

    Manggarai, infopertama.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mempertegas perannya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan melalui program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat di sektor pangan.

    Program budidaya hortikultura yang dijalankan di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok menjadi bagian dari strategi PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional.

    Salah seorang penerima manfaat, Sakarias, mengungkapkan bahwa program budidaya hortikultura tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, tidak hanya pada tahap pengolahan lahan, tetapi juga hingga pemasaran hasil panen.

    Selain memberikan bantuan sarana produksi, PLN juga menghadirkan pendamping yang secara konsisten memantau kegiatan kelompok tani, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.

    Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Karolus, menyebutkan bahwa jenis tanaman sayur seperti fanbox dan pakcoy menjadi komoditas yang paling menguntungkan dengan masa panen yang relatif singkat.

    Menurutnya, kedua jenis tanaman tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sejak penanaman hingga siap dipanen dan dipasarkan.

    “Panen pertama saya sebanyak 500 pohon fanbox dengan harga jual Rp6.000 per pohon, sehingga memperoleh Rp3 juta. Dari pakcoy, saya juga mendapatkan sekitar Rp2 juta dalam satu bulan,” ujar Karolus.

    Dari hasil penjualan pertama tersebut, kelompok tani mampu meraup pendapatan sebesar Rp5 juta, belum termasuk kontribusi dari komoditas lain seperti mentimun dan tomat.

    Laman: 1 2

  • Akses Air Bersih di Kawasan PLTP Ulumbu, PLN Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

    Akses Air Bersih di Kawasan PLTP Ulumbu, PLN Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

    Ruteng, infopertama.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan sarana air minum bersih bagi masyarakat Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

    Program yang dilaksanakan pada tahun 2025 ini telah menjangkau 67 keluarga yang bermukim di sekitar wilayah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 di Poco Leok.

    Bagi masyarakat setempat, kehadiran fasilitas air bersih ini menjadi solusi atas keterbatasan akses terhadap sumber air layak konsumsi yang selama ini menjadi tantangan sehari-hari.

    Salah satu penerima manfaat, Karolus Sagur, mengungkapkan bahwa sumber mata air yang dimanfaatkan dalam program ini berada sekitar 4 kilometer dari permukiman warga.

    Meski jaraknya relatif jauh dan akses menuju lokasi cukup menantang, proses pembangunan hingga distribusi air berjalan lancar tanpa kendala berarti.

    “Sejauh ini tidak ada kendala. Bahkan saat uji coba pertama, air minum bersih bantuan PLN sudah bisa dirasakan oleh semua warga,” ujar Karolus.

    Dalam implementasinya, PLN membangun bak penampung serta jaringan distribusi yang memungkinkan air bersih dialirkan langsung ke rumah-rumah warga.

    Infrastruktur tersebut telah rampung pada Desember 2025 dan kini berfungsi optimal dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian masyarakat.

    Laman: 1 2

  • PLN UIP Nusra Mulai Tahap Uji Tanah, Pembangunan Jalan Akses PLTP Ulumbu Unit 5-6 Resmi Berjalan

    PLN UIP Nusra Mulai Tahap Uji Tanah, Pembangunan Jalan Akses PLTP Ulumbu Unit 5-6 Resmi Berjalan

    Ruteng, infopertama.com – Pembangunan jalan akses menuju lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 yang menghubungkan Desa Ponggeok dan Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang 7,2 km kini resmi memasuki tahap awal melalui kegiatan pengujian tanah.

    Tahapan awal ini dilaksanakan menggunakan metode sondir dan boring, yang bertujuan untuk mengidentifikasi daya dukung, struktur, serta karakteristik tanah sebagai landasan utama dalam perencanaan konstruksi fondasi jalan.

    Pengambilan sampel tanah dilakukan di sepanjang jalur rencana pembangunan jalan akses. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan desain konstruksi yang dihasilkan tidak hanya aman dan efektif, tetapi juga adaptif terhadap kondisi geoteknis di lapangan.

    Pelaksanaan tahap pengujian ini dilakukan setelah proses pengadaan tanah dinyatakan rampung. Masyarakat Desa Wewo sebelumnya telah menerima ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagai bagian dari komitmen proyek terhadap prinsip keadilan dan kepatuhan regulasi.

    General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pembangunan jalan akses tersebut merupakan elemen strategis dalam mendukung kelancaran pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6.

    Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan tidak hanya berperan dalam menunjang mobilisasi peralatan dan logistik proyek, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.

    Laman: 1 2

  • Pengukuhan POKJA Tanah PLTP Atadei Dilandasi Kearifan Lokal di Nubahaeraka

    Pengukuhan POKJA Tanah PLTP Atadei Dilandasi Kearifan Lokal di Nubahaeraka

    Lembata, infopertama.com – Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga nilai, merawat kepercayaan, dan berjalan seiring dengan kehidupan masyarakat. Hal inilah yang tercermin dalam pelaksanaan seremonial adat pengukuhan Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pengadaan Tanah untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei di Desa Nubahaeraka.

    Di tengah nuansa adat yang sakral, masyarakat dari seluruh suku pemilik tanah, tokoh adat, pemerintah, dan PLN duduk bersama dalam satu semangat: memastikan bahwa pembangunan hadir tanpa menghilangkan jati diri budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
    Prosesi adat yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, Bapak Yoseph Beda Lein, bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan dan restu adat terhadap langkah bersama yang akan dijalankan. Dalam budaya masyarakat setempat, setiap keputusan besar harus melalui ruang adat agar tetap selaras dengan nilai leluhur dan harmoni sosial.

    Sebanyak kurang lebih 70 peserta hadir, terdiri dari perangkat desa, unsur kecamatan, Tim POKJA Kabupaten dan Nubahaeraka, perwakilan Subsektor Atadei, Posramil Atadei, masyarakat suku pemilik lahan, pemangku adat, serta perwakilan PLN UIP Nusra dan PLN UPP Nusra 3. Kehadiran mereka mencerminkan kebersamaan yang tidak hanya administratif, tetapi juga emosional dan kultural.

    Dalam sambutannya, tokoh adat menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna: pembangunan harus menjadi jalan bersama untuk kehidupan yang lebih baik, tanpa meninggalkan akar budaya.

    Laman: 1 2 3