Mataram, infopertama.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas proses perizinan, sertifikasi aset, dan serah terima lahan untuk pembangunan proyek ketenagalistrikan tahun 2026.
FGD tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kepala Kanwil BPN Provinsi NTT Fransiska Vivi Ganggas beserta jajaran, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra Bruly Victor Tarigan beserta jajaran, serta Kepala Kantor Pertanahan wilayah kerja Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara PLN dan BPN dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara, khususnya pengembangan proyek berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bruly Victor Tarigan, mengatakan bahwa aspek pertanahan memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Melalui forum ini, kami ingin menyelaraskan langkah sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan. Target pembangunan tahun 2026 membutuhkan dukungan seluruh pihak, khususnya dalam percepatan layanan pertanahan, kepastian hukum, dan penyelesaian berbagai persoalan lahan,” ujar Bruly.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







