PLN UIP Nusra Rampungkan Bangun Rumah Adat di Manggarai, Diganjar Status “Ase Kae”

Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit. Ia menilai program TJSL PLN sebagai bentuk investasi budaya yang strategis bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat.

“Pengembangan budaya Manggarai menjadi perhatian melalui bantuan pembangunan rumah adat yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Nabit.

Ia menambahkan, revitalisasi rumah adat merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali perannya sebagai jantung kehidupan sosial masyarakat Manggarai. Kolaborasi antara PLN dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.

“Semangat kolaborasi yang dilandasi saling pengertian dan gotong royong adalah strategi terbaik untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor merupakan bagian dari komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat melalui pelestarian budaya dan pemberdayaan sosial di sekitar wilayah operasional.

“PLN hadir dan berjalan bersama masyarakat, dengan menghormati nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat. Pembangunan rumah gendang ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian warisan budaya Manggarai,” ungkap Rizki.

Ke depan, PLN UIP Nusra berkomitmen memperluas kolaborasi dengan komunitas adat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan dalam mengembangkan program sosial berbasis budaya dan kearifan lokal, sehingga setiap langkah pembangunan energi di Nusa Tenggara Timur dapat memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses