Sumber Mata Air Lenyap Pasca-Gempa, SDI Wase Wengke Butuh Sumur dan Tandon Air

Ruteng, infopertama.com – Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Sekolah Dasar Inpres (SDI) Wase Wengke di Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Hilangnya sumber mata air utama pascagempa bumi, ditambah datangnya musim kering, membuat pihak sekolah dan pemerintah desa setempat terpaksa memutar otak untuk mencari penanganan darurat hingga solusi jangka panjang.

Kepala Desa Beo Rahong, Donatus Ampur, menyampaikan bahwa pihak desa telah mengusulkan penggalian sumur baru di lingkungan sekolah guna memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi. Berdasarkan perkiraan awal, estimasi biaya pembuatan sumur tersebut berkisar antara Rp3 juta hingga Rp7 juta, tergantung kondisi tanah dan kedalaman sumber air.

“Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak di SDI Wase Wengke. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan dukungan untuk penggalian sumur agar kebutuhan air bersih di sekolah dapat terpenuhi. Namun, biaya tersebut masih sebatas perkiraan dan perlu melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Donatus.

Kesulitan yang sama diamini Kepala SDI Wase Wengke, Rofinus Beat. Ia mengungkapkan, sekolah sebelumnya memanfaatkan sumber mata air alami yang berada di bagian atas lapangan sekolah. Namun, pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu, debit air terhenti total dan mata air tersebut kini melenyap.

“Selama ini kami memang kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi sekarang sudah musim kering. Sebenarnya di bagian atas lapangan sekolah ada sumber mata air, tetapi setelah gempa beberapa waktu lalu, sekarang sumber air tersebut sudah tidak ada lagi,” jelas Rofinus.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel