Ruteng, infopertama.com – Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD Marthen L.P. Jenarut, S.Fil., S.H., M.H., menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran tidak boleh sekadar menjadi reaksi spontan saat krisis melanda, melainkan harus digerakkan secara nyata mulai dari tingkat akar rumput di desa.
Penegasan tersebut disampaikan oleh RD Marthen saat hadir secara daring sebagai narasumber utama dalam seminar nasional bertajuk “Gerakan Migrasi Aman, Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Desa” yang dihelat di Aula Assumpta Ruteng, Rabu (4/11/2026).
Seminar penting ini terselenggara berkat kerja sama strategis dengan Stella Maris Batam, bagian dari jaringan global Stella Maris di bawah naungan Misionaris Scalabrinian yang dipimpin oleh Padre Yansen Guntur, CS. Selama lebih dari satu abad, jaringan ini telah mendedikasikan diri dalam mendampingi para pelaut, nelayan, serta keluarga mereka di berbagai belahan dunia.
Esensi Utama: Jaminan Perlindungan Jauh Lebih Penting daripada Remitansi dan Legalitas
Dalam paparannya, RD Marthen memberikan penekanan penting bahwa dalam konteks “Migran Bermartabat”, indikator keberhasilan bukanlah sekadar berapa banyak uang atau remitansi yang diperoleh para pekerja, maupun berapa banyak orang yang bermigrasi secara legal atau prosedural.
Hal yang paling utama dan fundamental adalah jaminan perlindungan yang nyata bagi setiap individu. Migrasi hakikatnya adalah ikhtiar mencari kehidupan yang lebih baik—mulai dari pekerjaan layak, akses pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga. Namun, celah kerentanan seperti penipuan perekrutan, kerja paksa, kekerasan, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kerap mengancam keselamatan mereka.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











