Ruteng, infopertama.com – Isu penempatan dan perlindungan pekerja migran kembali mendapat sorotan tajam di tingkat daerah. Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, menegaskan bahwa Gerakan Migrasi Aman harus dimulai dari tingkat desa agar penanganan pekerja migran non-prosedural dapat ditekan secara signifikan sekaligus dijadikan momentum pemulihan ekonomi daerah.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Herybertus saat membuka seminar bertajuk “Gerakan Migrasi Aman, Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Desa” yang dihelat di Aula Assumpta Ruteng, Rabu (04/11/2026).
Seminar penting ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan Stella Maris Batam, bagian dari jaringan global Stella Maris di bawah naungan Misionaris Scalabrinian yang dipimpin oleh Padre Yansen Guntur, CS, yang selama lebih dari satu abad telah mendedikasikan diri mendampingi para pelaut, nelayan, dan keluarga mereka.
Dalam sambutannya yang sarat refleksi, Bupati Herybertus menyoroti masih maraknya kasus-kasus kemanusiaan yang menimpa pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, pemberitaan media sehari-hari kerap dihiasi kabar duka seputar kecelakaan kerja hingga pemulangan jenazah akibat jalur keberangkatan yang tidak resmi.
“Kalau yang lalu-lalu kita bicara migrasi aman untuk pribadi-pribadi, hari ini kita bicara untuk Manggarai yang mau pulih. Dan pulih ini rupanya kita butuh orang lain, kita butuh tempat lain,” ujar Herybertus di hadapan para kepala desa, pimpinan perangkat daerah, dan stakeholder terkait.
Ia menggarisbawahi bahwa pemulihan pasca bencana atau krisis ekonomi tidak boleh hanya disandarkan pada uluran tangan atau menunggu bantuan semata. Sebaliknya, migrasi yang aman harus dipandang sebagai jalan keluar mandiri yang terstruktur.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












