Sumber Mata Air Lenyap Pasca-Gempa, SDI Wase Wengke Butuh Sumur dan Tandon Air

Ketiadaan pasokan air ini berdampak langsung pada 78 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel), serta 10 guru yang beraktivitas saban hari. Selain untuk keperluan minum, air bersih sangat krusial untuk menjaga kebersihan fasilitas sanitasi serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Mengingat penyebab hilangnya mata air belum dipastikan secara teknis, diperlukan pemeriksaan dan kajian geologis lebih lanjut di lokasi tersebut.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkah penanganan darurat. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai, Petrus Celestinus Masangkat, menyatakan ketersediaan stok tandon air di Posko BPBD siap disalurkan untuk membantu sekolah.

Petrus mengimbau Pemerintah Desa Beo Rahong untuk segera berkoordinasi dengan Posko agar tandon air dapat segera dimanfaatkan di lokasi sekolah.

“Stok tandon di Posko masih ada. Pihak Desa Beo Rahong boleh datang dan mengambilnya di Posko untuk membantu kebutuhan air bersih di SDI Wase Wengke,” tegas Petrus.

Pemanfaatan tandon air tersebut diharapkan menjadi penanganan jangka pendek untuk menopang kebersihan dan kebutuhan harian sekolah, sembari menunggu koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk merealisasikan solusi permanen melalui penggalian sumur bor.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel