Urat Nadi Pertanian Desa Mbuit Terputus Jelang Musim Tanam, Akses Jalan Dange-Teko Hancur

Labuan Bajo, infopertama.com – Jalur pertanian di Desa Mbuit, Manggarai Barat, mengalami kerusakan parah menjelang musim tanam. Ruas Dange-Teko yang menjadi satu-satunya akses vital untuk mengangkut sarana produksi dan hasil panen dari hamparan sawah seluas 750 hektare kini lumpuh.

Kondisi infrastruktur yang rusak berat ini mengancam produktivitas para petani setempat. Potensi kerugian ditaksir mencapai 2 ton per hektare dari target panen normal sebesar 7 ton.

Sebagai bagian dari jalur Pantura Manggarai, jalur Dange-Teko memegang peranan sebagai tulang punggung ekonomi warga Dusun Dange dan Teko. Ironisnya, kerusakan ini merupakan persoalan berulang yang tak kunjung mendapatkan solusi permanen.

Sebelumnya, warga sempat berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya di bawah koordinasi Edi Dakul. Perjuangan serupa juga pernah disuarakan oleh Wilhelmus Syukur saat menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai. Namun, setiap kali musim hujan tiba, kondisi jalan selalu kembali memburuk hingga hampir tidak bisa dilewati kendaraan.

Dampak langsung dari kerusakan ini dirasakan pada tingginya biaya logistik. Truk pengangkut hasil pertanian enggan masuk ke lokasi atau mematok tarif selangit akibat tingginya risiko kerusakan kendaraan dan waktu tempuh yang lebih lama.

“Kalau jalan model begini, ongkos angkut pasti naik. Dalam sekali panen, keuntungan kami semakin tipis, terpotong di biaya angkut,” keluh salah seorang petani.

Selain masalah pengangkutan hasil panen, ancaman yang lebih serius adalah terhambatnya distribusi pupuk. Keterlambatan pasokan di awal musim tanam berpotensi mengganggu fase pertumbuhan padi dan berujung pada penurunan drastis hasil panen.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel