Menghadapi situasi ini, para petani mendesak adanya intervensi cepat dari pemerintah daerah. Warga menyatakan bahwa material perbaikan telah tersedia di lokasi dan saat ini hanya membutuhkan mobilisasi alat berat.
“Materialnya semua sudah ada di lokasi. Kami hanya butuh mobilisasi alat berat. Jangan biarkan jerih payah kami sia-sia hanya karena akses jalan,” tegas warga.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalur Dange-Teko bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan ancaman nyata terhadap ketahanan pangan di kawasan lumbung padi seluas 750 hektare tersebut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











