Bersama Menguatkan: Paroki Golowelu Salurkan Bantuan Tahap Kedua Pascagempa

Labuan Bajo, infopertama.com – Retakan di dinding rumah belum juga diperbaiki. Tapi warga sudah harus belajar kuat. Di tengah trauma gempa 15 Agustus lalu, secercah harapan kembali hadir.

Paroki Golowelu, Keuskupan Labuan Bajo, kembali turun tangan. Kamis, 20 Agustus 2026, paroki menyalurkan bantuan tahap kedua bagi warga terdampak gempa di beberapa stasi binaan.

Bantuan-bantuan ini, bukan sekadar sembako. Ini adalah pesan, bahwa para korban tidak sendiri.

Dari Altar ke Tenda Darurat

Gempa M7,7 yang mengguncang NTT dini hari itu merenggut rasa aman. Banyak rumah retak, bahkan roboh. Warga memilih tidur di tenda darurat, takut bangunan runtuh saat gempa susulan datang.

Melihat kondisi itu, Paroki Golowelu bergerak cepat. Setelah tahap pertama disalurkan Rabu, 19 Agustus, tahap kedua kembali digulirkan. Kali ini sasarannya korban terdampak di Stasi Coal, dengan rincian kampung Coal 53 paket, dan kampung Sama 47 paket. Total 100 paket.

“ni bukan soal berapa banyak yang kami beri. Tapi soal hadir bersama. Gereja harus ada di tengah luka umatnya,” ujar Saverinus Hanggu, Ketua DPP Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, pada Jumat, (21/08/2026).

Paket bantuan tahap kedua, masih sama seperti sebelumnya, yakni berisi logistik kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie, vitamin, perlengkapan darurat berupa terpal/tenda. Semua dikumpulkan dari penggalangan bersama DPP/DKP dan OMK, para donatur, serta dukungan dari Kas Paroki.

Selain logistik, tim dari paroki juga membawa tenaga relawan yang membantu mendata, mengemas, dan mendistribusikan langsung ke rumah-rumah warga. Tidak ada seremoni panjang. Hanya doa singkat, pelukan, dan kata-kata peneguhan, agar para korban tetap tabah menghadapi cobaan itu.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel