Gempa Sumba Barat Daya: 56 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak Termasuk Katedral Weetebula

infopertama.com – Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi sekitar pukul 06.55 WITA. Bencana alam ini mengakibatkan puluhan rumah warga serta belasan fasilitas umum di berbagai titik wilayah mengalami kerusakan.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, mengonfirmasi adanya dampak kerusakan fisik yang cukup luas akibat guncangan dahsyat tersebut.

“Jadi ada puluhan rumah masyarakat yang rusak berat, ringan, dan sedang. Ada beberapa fasilitas umum yang rusak, rata-rata mengalami retak di bagian tembok dan plafon roboh,” kata Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat dihubungi pada Minggu.

Berdasarkan pendataan awal, kerusakan pemukiman mencakup lima puluh rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat.

Sebaran kerusakan rumah warga tersebut melingkupi Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, hingga Kota Tambolaka.

Meskipun pendataan bangunan terus berjalan, pemerintah daerah setempat belum merinci jumlah pasti kepala keluarga maupun jiwa yang terdampak secara keseluruhan.

Dampak gempa juga menyasar sedikitnya tiga belas fasilitas publik yang tersebar di wilayah terdampak. Kerusakan sarana ibadah tercatat terjadi di Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Billa Cenge, Gereja Katedral Weetebula, GBI Suara Kebenaran Sapurata, serta Gereja Kristen Sumba Mata.

Selain tempat ibadah, sejumlah fasilitas kesehatan, pendidikan, dan kantor pelayanan publik turut mengalami kerusakan. Bangunan terdampak tersebut meliputi RSUD Pratama Reda Bolo, Puskesmas Tanggaba, Puskesmas Kori, Pustu Kalena Rongo, Balai KB Desa Wallandimu, SD Katolik Manu Toghi, SD Negeri Walaingira, serta Kantor PLN Cabang Kodi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel