Pancasila di Tikar Pandan

Oleh: Adrianus Marselus Nggoro★

infopertama.com – Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Kesaktian Pancasila bukan lahir karena ia sakti dengan sendirinya, melainkan karena akarnya telah lama hidup di kampung-kampung, jauh sebelum dirumuskan pada 1 Juni 1945. Di Manggarai, pada ketinggian 1.327 meter di atas permukaan laut, kesaktian itu sedang diuji—satu bulan pascagempa.

Saat Jakarta sibuk membahas RAPBN 2026 dan alokasi anggaran pendidikan 20 persen, Manggarai baru saja menyelesaikan musim Wuat Wai pada Juni–Juli lalu. Wuat Wai merupakan ritus pelepasan anak yang akan menempuh pendidikan tinggi khas Manggarai. Wuat Wai berarti mengantar dengan bekal serta memberi restu agar ia kelak kembali. Di Mbaru Gendang (rumah adat), hanya ada tikar pandan, gong kecil, dan seorang anak berkemeja pudar.

Ritus ini tidak tebang pilih; laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Hak tersebut dilegitimasi oleh adat dalam bentuk Wuat Wai—sebuah musyawarah dan keputusan kolektif warga kampung yang mengikat. Sekali warga kampung bersepakat memberi dukungan untuk seorang anak, seluruh warga wajib menopangnya. Dengan restu Tua Gendang dan legitimasi adat tersebut, hanya dalam satu malam dapat terkumpul Rp25 juta hingga Rp100 juta.

Sebulan kemudian, tepatnya 15 Agustus, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nagekeo dan berdampak hebat di Manggarai. Hari ini, 1 Oktober, sebulan pascabencana, retakan-retakan fisik maupun sosial masih tersisa.

Beruntung, uang hasil Wuat Wai periode Juni–Juli tersebut sudah beralih wujud sebelum gempa melanda. Ada sebuah keluarga di Manggarai yang menggelar Wuat Wai pada akhir Juli untuk anak perempuannya. Uang yang terkumpul telah berubah menjadi tiket pesawat, biaya indekos tiga bulan di Yogyakarta, dan sebuah laptop bekas pada awal Agustus. Ketika gempa mengguncang, sang ayah berkata: “Syukur, bakul daku poli, tapi jarang rie daku poli lako.” Artinya: “Syukur, bakulku sudah kosong lagi, tetapi kuda pacuku sudah berangkat.” Itulah hakikat Wuat Wai.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel