Menilik Swasembada Energi Prabowo

Oleh Fais Yonas Bo’a

“Kita juga punya energi bawah tanah geotermal yang cukup, kita punya batu bara yang sangat banyak kita punya energi dari air yang sangat besar. Pemerintah yang saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi”

Kutipan di atas merupakan penggalan pidato perdana Presiden Prabowo Subianto. Pidato menggelegar yang sarat akan optimisme tersebut tentu saja menghembuskan keniscayaan bagi terciptanya swasembada energi.

Apa itu swasembada energi? Swasembada energi adalah kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Swasembada energi dapat juga dikatakan berdikari energi ataupun kemandirian energi.

Mengenai Urgensi

Janji Presiden Prabowo patutlah diapresiasi tinggi karena dewasa ini kemandirian energi menjadi salah satu penopang utama kesejahteraan. Lalu, apa urgensi swasembada energi?

Tidaklah etis ketika saya katakan swasembada energi penting karena “pokoknya penting”, tetapi mari kita lihat urgensi dibalik itu. Sebagaimana diketahui bersama, salah satu visi misi pasangan Prabowo-Gibran ketika berkompetisi adalah memperjuangkan energi berbahan nabati dan energi hijau. Inilah alasan mengapa di dalam pidato pelantikannya, Presiden Prabowo menyinggung tanaman-tanaman yang dapat diolah menjadi bahan energi. Selain itu juga menyebut energi-energi terbarukan seperti panas bumi dan energi air.

“Kita diberi karunia Tuhan Maha Besar, tanaman-tanaman yang membuat kita bisa tidak tergantung dengan bangsa lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensin,” begitu kata Prabowo dengan berapi-api.

Ia juga melanjutkan: “Kita juga punya tanaman-tanaman lain seperti singkong, tebu, sagu, jagung, dan lain-lain, kita juga punya energi bawah tanah geotermal yang cukup, kita punya batu bara yang sangat banyak, kita punya energi dari air yang sangat besar.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel