Menilik Swasembada Energi Prabowo

Nasionalisme sangatlah penting untuk membangun dan memajukan negara. Akan tetapi, urgensi swasembada energi tidaklah terbatas pada mengejawantahkan semangat cinta tanah air ataupun mewujudnyatakan makna kemerdekaan. Ini juga soal kebutuhan keberlangsungan kehidupan manusia dan ancaman global yang harus dihadapi. Telah menjadi kesadaran dunia bahwa bumi telah mengalami perubahan iklim yang begitu signifikan. Diketahui bahwa polusi yang dihasilkan dari energi-energi fosil menjadi salah satu penyebab utama. Atas dasar kenyataan ini, dunia global menyerukan transisi energi yakni dari energi fosil ke energi terbarukan seperti energi air, matahari, angin dan geotermal.

Bersamaan dengan kebutuhan keberlangsungan kehidupan makhluk homo sapiens, sangatlah penting untuk menyadari dinimika global. Terutama sekali ketika terjadi situasi krisis global semisal akibat perang ataupun bencana alam. Swasembada energi memungkinkan bangsa kita masih dalam kondisi stabil alias posisi aman ketika terjadi situasi-situasi yang tidak diinginkan terjadi di negara-negara lain. Bayangkan saja ketika bangsa Indonesia bergantungan energi dengan negara lain, dan negara tersebut mengalami konflik yang menggangu distribusi energi ke Indonesia. Bukankah bangsa Indonesia akan ikut terancam?

Oleh karena itu, Presiden Prabowo menghendaki supaya swasembada energi itu wajib diusahakan segera.  “Kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan, sulit kita akan dapat sumber energi dari negara lain. Karena itu, kita harus swasembada energi dan kita mampu untuk swasembada energi” begitu kata Prabowo dalam pidatonya yang harus diakui sangatlah epik. Dengan demikian, swasembada energi tidak boleh mengawang pada visi misi politik belaka, tetapi harus mampu diimplementasikan dalam pembangunan dan pengembangan energi nasional terutama energi-energi ramah lingkungan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel