Raja Lenk hanya mengikuti kebebasan pikirannya sendiri, yaitu melepaskan gajah jantannya berkeliaran sampai merusak semua kebun dan sawah warga. Hanya Nasrudin yang berani memberi pertimbangan lain, yaitu gajah jantannya mesti diberi teman gajah betina.
Tanpa pikiran dari luar, kita merasa benar semuanya apa yang kita lakukan. Ini amat berbahaya. Sebab itu amat perlu pikiran dan pertimbangan dari luar, dari orang lain dan terutama dari Tuhan lewat Sabda-Nya dalam Alkitab.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




