Contoh misalnya kata-kata Yesus: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9: 13). Kesimpulan salah bila kita katakan: lebih baik berbuat dosa daripada berbuat benar, karena Tuhan datang untuk orang berdosa dan bukan untuk orang benar. Atau manusia adalah bebas. Maka kita bisa berbuat apa saja. Dengan berbuat sesuka hati, saya benar-benar bebas. Ini berbahaya. Maka selalu perlu afirmasi dan konfirmasi dari luar, dari orang lain.
Raja Lenk memiliki seekor gajah jantan yang ia biarkan berkeliaran ke mana-mana. Akibatnya banyak kebun dan sawah warga desa rusak semua karena diinjak gajah itu. Warga desa ingin protes, tetapi mereka takut pada kekejaman Raja. Nasrudin yang dikenal dekat dengan Raja diminta untuk menyampaikan keluhan warga itu. Setibanya di istana Nasrudin langsung berbicara kepada Raja. “Begini Paduka, gajah Paduka itu lho …” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, keluar dari ruangan Raja satu orang yang babak belur dipukul oleh raja dan algojunya.”Kalau kau berani protes mengenai gajahku lagi, akan kupotong lidahmu” kata raja kepada orang yang babak belur itu. Lalu Raja menoleh ke Nasrudin: “Oh ya, tadi kamu mau omong tentang gajahku?” “Anu paduka, kayaknya gajah jantan paduka kesepian. Sepertinya ia perlu kawan gajah betina.” {Feed: Humor Sufi: Menyampaikan Kebenaran}
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




