Cepat, Lugas dan Berimbang

Tuhan Amat Mesra dengan Manusia

Dengan itu pasangan hidup suami istri bisa saling ‘menenangkan hati’. Dari kondisi itu, akan muncul kekuatan dan daya baru, semangat dan kesegaran baru untuk melanjutkan bahtera hidup rumah tangga.

Kemesraan Tuhan Dengan Manusia

Suasana mesra tidak hanya batasi dalam relasi khusus antara pasangan suami istri. Tetapi dalam konteks lebih luas, kemesraan dapat dibangun dalam relasi kita sebagai umat dengan Tuhan. Bahasa simbolis yang dipakai dalam bacaan I hari ini melukiskan hubungan yang begitu dekat, akrab dan mesra antara Tuhan dan manusia, secara khusus umat-Nya. Tuhan bersedia dipanggil ‘Suamiku’ oleh manusia dan manusia dijadikan ‘istri-Nya’ Tuhan.. Tuhan menjadi suami dan manusia menjadi istri atau mempelai-Nya.

Dari lukisan ini, kita manusia tidak boleh merasa takut dan jauh dari Tuhan. Bisa saja kita merasa jauh atau menjauhkan diri Tuhan. Tetapi Tuhan selalu dekat dan akrab dengan manusia. Sebagai ‘Seorang Suami’ Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita, merawat dan memelihara kita. Ia tidak akan meninggalkan kita dan menelantarkan kita. Ia selalu ada di samping kita untuk memberikan rasa dan nyaman kepada kita.

Begitu juga sebagai ‘istri-Nya’ Tuhan, kita mesti merasa aman dan nyaman dalam hidup. Seorang suami yang baik pasti akan selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada istrinya.Begitu pula sebagai “Seorang Suami’ Tuhan tidak akan membuat kita _‘istri-Nya’, cemas dan gelisah. Tuhan selalu membuat kita senang, gembira dan sukacita.

Belajar dari sikap Tuhan ini, hendaklah kita dalam hidup bersama saling menciptakan rasa aman dan nyaman. Kita tidak boleh saling mengancam dan saling menakutkan seorang terhadap yang lain. Segala bentuk ancaman, ketakutan dan terorisme mesti dijauhkan dari hati dan hidup kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN