Berita  

Tenunlah Rasa dan Citra Kekeluargaan dengan Benang-Benang Kasih Sayang

Memintal kembali tali persahabatan dan rasa kekeluargaan, dimulai tidaklah hanya sebatas merasa bersalah. Lebih dari semuanya, kisah merajut kembali kasih berawal dari hati yang merindu, mencari dan kembali pulang pada alam kebersamaan.

Itulah yang dilakukan oleh Yakub. Saat ia merindui dan ingin kembali pulang pada Esau, saudaranya. Si bungsu, anak yang hilang itu, rindukan kembali suasana rumah dan orangtuanya. Tetapi, ingatlah Yusuf yang lepaskan segala ‘kebesaran dan kebenarannya’ untuk justru menjumpai saudara-saudaranya kembali. Lepaskan segala aura penghakiman dan nafsu untuk membalas!
Mari merenung lanjut….

Bahasa yang tercemar…

Tetapi dunia kini sungguh menjadi alam yang cemar. Dunia telah jadi rusak oleh daya kata yang tak beretika. Hanya satu kata penuh cemar terucap mulai berawal lah rusak susu sebelanga dalam kekariban, persaudaraan dan rasa kekeluargaan.

Orang-orang mulai saling mendepak dan mengasingkan, saling melukai dan ‘membunuh’ melalui peluru-peluru kata.

Adalah tugas dan bahkan panggilan kita untuk menata ulang kata-kata beracun yang berhamburan sana-sini. Yang menyasar terutama pada yang bukan termasuk ‘kategoriku dan kami.’

Simaklah arahan bijak demi merangkul kembali semua yang berantakan oleh kata, kalimat dan bahasa yang sungguh mencemarkan:

‘Pokok persoalannya bukanlah bagaimana mempunyai perasaan bersahabat yang menyenangkan berkenaan dengan seluruh umat manusia. Melainkan untuk belajar mengucapkan bahasa yang memurnikan kembali segala sesuatu yang bertentangan dengan persahabatan: pencemaran, penghinaan, kekerasan.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel