Ruteng, infopertama.com – Skala dampak bencana Gempa Bumi M7,7 yang memukul Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kini semakin benderang dan memperlihatkan duka mendalam bagi ribuan keluarga. Berdasarkan rekapitulasi data resmi Verifikasi dan Validasi (Verfal) hingga Jumat, 25 September 2026 pukul 19.00 WITA, tercatat sebanyak 27.572 unit rumah warga di 12 kecamatan dilaporkan terdampak bencana Gempa M7,7.
Angka fantastis ini tidak sekadar deretan statistik di atas kertas, melainkan cerminan dari derita fisik dan pemukiman warga yang membutuhkan penanganan darurat. Dari total puluhan ribu bangunan terdampak, sebanyak 1.769 unit rumah dipastikan mengalami Rusak Berat (RB) sehingga tak lagi layak maupun aman untuk dihuni.
Selain itu, terdapat 4.712 unit rumah yang mengalami Rusak Sedang (RS), 5.759 unit Rusak Ringan (RR), serta 15.332 unit rumah lainnya yang masuk dalam kategori Rusak Ringan skala di bawah 20 persen. Data mutakhir yang dihimpun oleh tim Verfal Pemkab Manggarai ini menegaskan betapa masifnya guncangan gempa yang melanda wilayah pemukiman warga di kawasan ini.
Menelusuri sebaran dampak Gempa di tiap wilayah, Kecamatan Reok Barat tampil sebagai daerah dengan akumulasi kerusakan terbanyak di seluruh kabupaten. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 4.376 rumah warga terhempas dampak bencana, yang mencakup 301 unit rusak berat, 615 unit rusak sedang, 757 unit rusak ringan, serta 2.703 unit rumah terkategori rusak ringan bawah 20 persen.
Tak jauh berbeda, Kecamatan Wae Ri’i mengekor ketat di posisi kedua zona merah dengan total 3.738 rumah terdampak. Wae Ri’i menanggung beban berat berupa 203 rumah rusak berat, 736 rumah rusak sedang, 685 rumah rusak ringan, serta 2.114 rumah rusak ringan skala kecil.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












